Wisata Monyet Ngujang, Ada Ratusan Kera Liar dan Kisah Mistis yang Bikin Penasaran

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:35 WIB
Wisata Monyet Ngujang di Tulungagung menyimpan daya tarik unik. Ratusan kera liar, warung pakan pisang, hingga kisah mistis membuatnya menarik dikulik. (Youtube. com)
Wisata Monyet Ngujang di Tulungagung menyimpan daya tarik unik. Ratusan kera liar, warung pakan pisang, hingga kisah mistis membuatnya menarik dikulik. (Youtube. com)

TULUNGAGUNG - Wisata Monyet Ngujang menjadi salah satu lokasi unik di Kabupaten Tulungagung. Berada di sekitar Jembatan Ngujang, kawasan ini dihuni kawanan monyet liar yang kerap muncul di tepi jalan hingga membuat kendaraan berhenti saat mereka menyeberang.

Wisata Monyet Ngujang berada di sekitar kompleks pemakaman di sisi selatan Jembatan Ngujang. Jembatan tersebut melintasi Sungai Brantas dan menjadi jalur penghubung penting menuju Kediri.

Keberadaan Wisata Monyet Ngujang bukan hanya menarik perhatian karena kawanan kera. Lokasi ini juga lekat dengan cerita masyarakat mengenai asal-usul monyet, ritual pesugihan, tempat yang dianggap sakral, hingga kehidupan warga yang menggantungkan penghasilan dari kawasan tersebut.

Baca Juga: Juru Kunci Makam Ngujang Tulungagung Bongkar Fakta Pesugihan Kera, Sebut Tak Ada Tumbal hingga Sumur Gaib

Ratusan Monyet Berkeliaran di Sekitar Jembatan

Dalam rekaman perjalanan, kawanan monyet disebut sudah lama menghuni kawasan sekitar Jembatan Ngujang. Habitatnya berada di pepohonan yang telah tumbuh sejak lama di sekitar pemakaman dan bantaran Sungai Brantas.

Pada waktu tertentu, monyet-monyet tersebut tidak terlihat. Namun, ketika lapar, kawanan kera bisa keluar dalam jumlah banyak. Mereka turun dari pepohonan, mendekati jalan, hingga mencari makanan dari pengunjung.

Hal menarik terjadi ketika monyet hendak menyeberang jalan. Pengguna kendaraan disebut memilih berhenti dan menunggu kawanan kera melewati jalan.

Baca Juga: Legenda Desa Ngujang Tulungagung: Monyet Keramat, Pesugihan, dan Kearifan Lokal

Kondisi tersebut menjadi pemandangan khas kawasan Ngujang. Monyet yang berada di sekitar jalan juga tidak terlalu takut dengan keberadaan manusia.

Di sekitar lokasi terdapat warung yang menjual pisang untuk pakan monyet. Pengunjung biasanya membeli pisang tersebut kemudian memberikannya kepada kawanan kera.

Kisah Pesugihan Monyet yang Beredar

Selain menjadi habitat monyet, kawasan Ngujang juga mempunyai cerita mistis yang berkembang turun-temurun. Salah satunya mengaitkan keberadaan kawanan kera dengan pesugihan.

Baca Juga: Warga Eks Lokalisasi Ngujang Gelar Kerja Bakti, Manfaatkan Lahan untuk Kegiatan Positif

Dalam salah satu versi cerita, monyet yang berada di lokasi tersebut dipercaya berasal dari manusia yang pernah menjalani ritual untuk mencari kekayaan. Setelah membuat perjanjian dengan penghuni gaib, orang tersebut diyakini menjadi bagian dari penghuni kawasan setelah meninggal dunia.

Cerita itu juga disampaikan oleh seorang warga yang ditemui dalam video. Menurut penuturannya, kisah mengenai manusia yang mencari pesugihan kemudian berubah menjadi ketek telah didengarnya sejak lama.

Namun, terdapat pula versi berbeda. Monyet-monyet tersebut disebut memang merupakan hewan yang sudah hidup dan berkembang biak secara alami sejak zaman dahulu.

Baca Juga: Legenda Desa Ngujang Tulungagung: Monyet Keramat, Pesugihan, dan Kearifan Lokal

Dengan demikian, cerita mengenai asal-usul kera di Ngujang lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari kepercayaan dan folklore masyarakat. Tidak ada bukti yang ditampilkan dalam video untuk membuktikan bahwa monyet tersebut merupakan jelmaan manusia.

Bukan Sekadar Habitat Monyet

Kawasan Wisata Monyet Ngujang juga memiliki sejumlah bangunan yang dianggap sakral oleh sebagian masyarakat. Dalam video disebut ada orang dari luar daerah yang datang dengan berbagai tujuan, termasuk mencari kelancaran usaha, jodoh, pekerjaan, hingga tujuan spiritual.

Aktivitas di sekitar lokasi juga cukup beragam. Ada warga yang bekerja sebagai tukang sapu, mencari nafkah dengan menerima pemberian pengunjung, hingga berjualan makanan untuk pakan monyet.

Baca Juga: Misteri Legenda Pesugihan Monyet di Tulungagung, Konsekuensi Mengerikan di Balik Ritual Ngujang

Kawanan kera pun menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat melihat monyet berukuran besar hingga anak-anak kera yang masih kecil.

Salah satu pemandangan menarik adalah induk monyet yang mengasuh anaknya. Anak kera terlihat bergantung pada bagian tubuh induknya ketika berpindah tempat.

Berada di Jalur Kediri-Tulungagung

Jembatan Ngujang sendiri merupakan bagian dari jalur yang menghubungkan Tulungagung dengan Kediri. Di bawahnya mengalir Sungai Brantas yang kemudian terus melewati sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Baca Juga: Misteri Kuburan Ngujang Terbongkar: Bukan Pesugihan, Ini Fakta Asal-Usul Kera dan Kisah Sunan Kalijaga

Dari kawasan Ngujang, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Kediri. Di Kota Kediri, pengendara perlu memperhatikan rambu karena terdapat sejumlah ruas jalan satu arah.

Dalam video, perjalanan kemudian berlanjut melewati kawasan Kota Kediri dan area yang disebut sebagai aset PT Gudang Garam. Sejumlah klaim mengenai kepemilikan aset dan Bandara Dhoho yang disampaikan dalam video tidak diverifikasi secara independen dalam sumber tersebut.

Bagi pengunjung yang ingin melihat kawanan monyet di Ngujang, kehati-hatian tetap diperlukan. Lokasinya berada di sekitar jalan yang dilalui kendaraan, sehingga keselamatan pengunjung dan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Wito Kodok Ijo
Wisata Monyet Ngujang monyet ngujang sungai brantas jembatan ngujang tulungagung