TULUNGAGUNG - Jembatan Baru Ngujang 1 akhirnya resmi dibuka untuk lalu lintas setelah sempat tertunda sebanyak tiga kali. Pengoperasian jembatan baru dilakukan setelah aspek pengamanan dinilai memadai oleh Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Tulungagung.
Jembatan Baru Ngujang 1 kini menjadi akses penting bagi kendaraan yang melintas di jalur Tulungagung-Kediri. Pembukaan tersebut membuat arus kendaraan mulai dialihkan ke jembatan baru, sementara jembatan lama ditutup untuk persiapan pembongkaran.
Pengoperasian Jembatan Baru Ngujang 1 dilakukan secara bertahap. Kendaraan dari arah utara diarahkan lebih dahulu memasuki jembatan baru. Setelah itu, kendaraan dari arah selatan juga diarahkan menggunakan jalur yang sama.
Baca Juga: Langgar Marka Jalan, Bus Harapan Jaya Adu Banteng dengan Truk di Jembatan Ngujang Tulungagung
Dibuka Setelah Pengamanan Dinilai Memadai
Sebelum lalu lintas dibuka, pekerja dari PT Bukaka sebagai pelaksana proyek terlebih dahulu melakukan sejumlah penyesuaian di sekitar jembatan.
Salah satunya memasang tolo-tolo untuk memisahkan lajur kendaraan di ujung jembatan sebelah utara. Pembatas yang sebelumnya berada di kedudukan jembatan juga dibuka agar arus kendaraan dapat diarahkan menuju jalur baru.
Petugas kemudian mengatur kendaraan dari dua arah secara bertahap. Skema tersebut dilakukan agar perpindahan arus dari jembatan lama menuju jembatan baru berlangsung aman dan tertib.
Baca Juga: Warga Eks Lokalisasi Ngujang Gelar Kerja Bakti, Manfaatkan Lahan untuk Kegiatan Positif
Setelah kendaraan dari kedua arah berhasil diarahkan melalui jembatan baru, jembatan lama akhirnya ditutup. Dengan demikian, jembatan baru mulai difungsikan sepenuhnya sebagai akses utama.
Pembukaan ini menjadi bagian penting dalam proyek peningkatan infrastruktur di kawasan Ngujang. Jembatan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dengan Kediri dan wilayah sekitarnya.
Kendaraan ke Blitar Tak Bisa Langsung Belok
Meski sudah dibuka, terdapat perubahan pola perjalanan yang perlu diperhatikan pengguna jalan. Kendaraan dari arah selatan yang hendak menuju Blitar tidak diperbolehkan langsung berbelok ke kiri atau ke arah timur setelah keluar dari jembatan.
Pengendara harus mengambil jalur memutar. Alternatif yang disebut dalam video adalah melalui Simpang Empat Koramil Ngantru atau simpang ketiga.
Perubahan tersebut membuat pengguna jalan perlu lebih memperhatikan rambu dan arahan petugas. Pengendara yang belum mengetahui pola lalu lintas baru juga perlu menyesuaikan diri agar tidak salah mengambil jalur.
Pengaturan lalu lintas ini menjadi penting karena Jembatan Ngujang berada di salah satu akses utama kendaraan dari Tulungagung menuju Kediri maupun sebaliknya.
Jembatan Lama Segera Dibongkar
Setelah jembatan baru beroperasi, pembangunan belum sepenuhnya selesai. Jembatan lama yang selama ini digunakan akan dibongkar untuk kemudian digantikan konstruksi baru.
Jembatan lama diketahui menggunakan rangka baja. Struktur tersebut nantinya digantikan jembatan dengan konstruksi box girder.
Proyek pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kawasan Ngujang nantinya memiliki dua jembatan kembar.
Dua jembatan tersebut akan menyediakan total empat lajur. Infrastruktur baru ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus kendaraan di jalur Tulungagung-Kediri.
Jembatan Lama Sudah Berusia Puluhan Tahun
Pembangunan jembatan baru sekaligus pembongkaran jembatan lama menjadi bagian dari upaya memperbarui infrastruktur yang sudah berusia cukup tua.
Jembatan lama disebut telah difungsikan sejak 1978. Artinya, jembatan tersebut telah melayani kendaraan selama puluhan tahun dan menjadi salah satu akses utama masyarakat.
Keberadaan Jembatan Baru Ngujang 1 menjadi tahap awal menuju penataan jalur yang lebih luas. Setelah jembatan lama diganti dan seluruh konstruksi selesai, kawasan tersebut ditargetkan memiliki empat lajur melalui dua jembatan kembar.
Dengan perubahan tersebut, akses transportasi antara Tulungagung dan Kediri akan memiliki kapasitas yang lebih besar. Pengguna jalan tetap perlu memperhatikan rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung, terutama di sekitar Ngantru dan Jembatan Ngujang.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Tribun Mataraman