Marmer Tulungagung Mendunia, Galeri Batu Alam hingga Batik Lokal Jadi Magnet Wisata Belanja

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Marmer Tulungagung dan batik tulis lokal menjadi daya tarik wisata belanja. Simak ragam produk, kisah ekspor, hingga sentra kerajinan yang masih bertahan turun-temurun.(pinterest)
Marmer Tulungagung dan batik tulis lokal menjadi daya tarik wisata belanja. Simak ragam produk, kisah ekspor, hingga sentra kerajinan yang masih bertahan turun-temurun.(pinterest)

TULUNGAGUNG – Marmer Tulungagung tidak hanya dikenal sebagai material bangunan berkualitas, tetapi juga telah berkembang menjadi berbagai produk kerajinan bernilai tinggi yang dipasarkan hingga mancanegara. Mulai dari meja, wastafel, patung, batu nisan, hingga dekorasi rumah, semuanya dapat ditemukan di sentra kerajinan marmer di Kabupaten Tulungagung.

Dalam kunjungannya ke sejumlah galeri, seorang kreator konten memperlihatkan beragam produk marmer Tulungagung yang dipadukan dengan batu alam dari berbagai daerah di Indonesia. Meski demikian, marmer berwarna krem khas Tulungagung tetap menjadi material utama yang paling banyak diminati konsumen.

Selain menjadi pusat industri marmer Tulungagung, daerah ini juga memiliki sentra batik tulis yang masih bertahan secara turun-temurun. Perpaduan kedua sektor tersebut menjadikan Tulungagung sebagai salah satu destinasi wisata belanja kerajinan di Jawa Timur.

Marmer Tulungagung Dipadukan Batu Alam Nusantara

Di salah satu galeri marmer, pengunjung dapat memilih berbagai produk berbahan batu alam dengan motif dan warna yang beragam.

Baca Juga: KIP Digital Tidak Berlaku karena Belum Padan DTKS? Ini Penyebab dan Cara Agar PIP Aktif Lagi

Pemilik galeri menjelaskan bahwa marmer asli Tulungagung umumnya memiliki warna krem, sedangkan motif lain berasal dari batu onyx Lampung, batu fosil dari Jambi, hingga marmer impor asal Italia.

Perpaduan berbagai jenis batu tersebut menghasilkan produk premium seperti meja, wastafel, tempat sabun, aksesori kamar mandi, hingga ornamen interior hotel dan rumah mewah.

"Kalau marmer Tulungagung memang identiknya warna krem. Untuk variasi motif kami kombinasikan dengan batu dari daerah lain," ujar pemilik galeri.

Ekspor Sempat Terdampak Pandemi

Pelaku usaha mengaku pandemi Covid-19 sempat membuat aktivitas ekspor berhenti selama lebih dari dua tahun.

Baca Juga: KIP Digital Tidak Berlaku, Masih Bisakah Diaktifkan? Ini Penyebab dan Solusi Agar PIP Kembali Cair

Selama periode tersebut, penjualan hanya mengandalkan pasar domestik. Namun kini permintaan mulai kembali meningkat, terutama dari Bali yang menjadi pintu masuk menuju pasar internasional.

Menurutnya, banyak pembeli dari Eropa memesan produk dalam jumlah besar melalui jaringan showroom di Bali sebelum dikirim menggunakan kontainer ke luar negeri.

Meski demikian, keterbatasan tenaga pengrajin ukir masih menjadi tantangan karena tidak banyak sumber daya manusia yang memiliki keahlian mengolah batu marmer menjadi karya seni.

Batu Nisan hingga Peralatan Rumah Tangga

Selain dekorasi rumah, sejumlah showroom juga memproduksi batu nisan berbahan marmer yang dikenal lebih tahan terhadap cuaca panas maupun hujan.

Berbagai produk lain seperti wastafel, dispenser sabun, tempat aksesori, meja, hingga lantai marmer juga menjadi favorit pembeli.

Harga produk sangat bervariasi, mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran, motif, dan jenis batu yang digunakan.

Batik Tulis Tulungagung Tetap Bertahan

Tak hanya mengunjungi galeri marmer, perjalanan juga berlanjut ke sentra Batik Satriomanah yang telah berdiri sejak tahun 1975.

Usaha batik tersebut kini dikelola generasi ketiga keluarga pendiri dengan tetap mempertahankan teknik batik tulis tradisional.

Proses pembuatannya dimulai dari menggambar pola, mencanting menggunakan malam, mewarnai dengan teknik colet, hingga proses pelorodan.

Menariknya, tempat ini juga sering menjadi lokasi praktik membatik bagi siswa TK hingga SMA sebagai upaya mengenalkan budaya sejak usia dini.

Jadi Destinasi Wisata Belanja

Keberadaan galeri marmer dan sentra batik menjadikan Tulungagung tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil marmer, tetapi juga tujuan wisata belanja produk lokal.

Pengunjung dapat membeli langsung dari pengrajin dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan di toko retail.

Mulai dari perlengkapan rumah berbahan marmer hingga batik tulis khas Tulungagung, semuanya menjadi bukti bahwa industri kreatif daerah ini terus berkembang dan mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Galeri Marmer Wisata Belanja Tulungagung Kerajinan Batu Alam Marmer Tulungagung batik tulungagung