Kegiatan yang digelar di halaman kantor dinas ketahanan pangan (DKP), 6–8 Agustus, itu menjadi upaya nyata memangkas rantai distribusi agar harga bahan pokok lebih terjangkau tanpa mengurangi keuntungan petani.
Mengusung tema Pangan Berkualitas, Harga Terjangkau, Petani Sejahtera, Masyarakat Bahagia, GPM tidak hanya menjadi ajang pasar murah.
Pemerintah juga memanfaatkannya sebagai sarana memperluas pemasaran produk unggulan daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Kegiatan dibuka Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin didampingi Ketua TP PKK dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tulungagung. Hadir pula sekretaris daerah, jajaran forkopimda yang diwakili Kapolres Tulungagung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sony Welli Ahmadi, kepala OPD, perwakilan Bank Jatim, Bank Tulungagung, Perum Bulog, camat se-Kabupaten Tulungagung, hingga pelaku UMKM dan kelompok tani.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan, GPM merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang stabil dan stok yang aman.
“Tujuan kegiatan ini memberikan rasa tenang kepada masyarakat bahwa kebutuhan pangan di Tulungagung aman dan tersedia. Masyarakat tidak perlu resah karena stok pangan kita mencukupi,” ujarnya.
Menurut dia, produksi padi, sayuran, buah-buahan, hingga komoditas gula di Tulungagung mampu memenuhi kebutuhan daerah bahkan memasok wilayah lain.
Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dia menambahkan, penguatan ketahanan pangan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
Pendampingan kepada petani harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai budi daya, pengolahan, hingga pemasaran hasil panen.
Baharudin juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran maupun tanaman pangan lain sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pembukaan kegiatan diawali penampilan Tari Gambyong, dilanjutkan penyerahan simbolis bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada 10 keluarga kurang mampu asal Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol.
Puncaknya ditandai peluncuran kegiatan melalui sentuhan layar videotron bersama forkopimda serta pengguntingan pita menuju area bazar.
Usai seremoni, rombongan meninjau 43 stan yang menyediakan beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, sayuran segar, produk UMKM, hasil kelompok tani, BUMN, BUMD, hingga produk unggulan dari seluruh kecamatan.
Sementara itu, Kepala DKP Tulungagung Sony Welli Ahmadi menjelaskan, GPM dirancang untuk mempertemukan produsen secara langsung dengan konsumen sehingga jalur distribusi menjadi lebih pendek dan harga lebih kompetitif.
“Produsen dipertemukan langsung dengan konsumen. Harga menjadi lebih terjangkau, daya beli masyarakat meningkat, sementara petani tetap memperoleh keuntungan yang layak,” jelasnya.
Sony mengungkapkan, tingkat inflasi Tulungagung saat ini berada di kisaran 2,3 persen atau lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Timur maupun nasional.
Karena itu, dia menargetkan GPM dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan di berbagai kecamatan sebagai langkah antisipasi gejolak harga.
Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan tersebut juga menjadi etalase promosi produk lokal dan bertujuan menyongsong PHBN RI ke-81 di Kabupaten Tulungagung.
Sebanyak 43 stan menampilkan beragam produk unggulan dari seluruh kecamatan untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.
“Harapannya, produk lokal semakin dikenal, transaksi meningkat, UMKM berkembang, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” tandasnya. (rin/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri