15 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kemarau di Kalidawir dan Pucanglaban Tulungagung

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:31 WIB
Sebanyak 15 ribu liter air bersih telah disalurkan melalui tiga kali dropping untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, dan Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.
Sebanyak 15 ribu liter air bersih telah disalurkan melalui tiga kali dropping untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, dan Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.

 

RADAR TULUNGAGUNG - BPBD Tulungagung mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak musim kemarau.

Hingga awal Agustus ini, sebanyak 15 ribu liter air bersih telah disalurkan melalui tiga kali dropping untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, dan Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto mengatakan, penyaluran masih difokuskan di dua desa tersebut.

Sebab, hingga kini belum ada permohonan bantuan air bersih dari wilayah lain di Tulungagung. 

"Untuk sementara belum ada pengajuan lagi. Total dropping yang sudah kami salurkan sekitar 15 ribu liter melalui tiga tangki, dengan sasaran Desa Kalidawe dan Desa Rejosari," ujarnya. 

Baca Juga: Embung Bantengan Tulungagung Kian Dangkal, Sedimentasi dan Musim Kemarau Bikin Daya Tampung Air Terus Menurun

Menurut Teguh, distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permohonan yang diajukan pemerintah desa.

BPBD akan menindaklanjuti setiap laporan sesuai kondisi di lapangan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

"Hingga saat ini distribusi air bersih masih kami fokuskan di dua desa tersebut karena belum ada permohonan bantuan dari wilayah lain," katanya. 

Meski baru dua desa yang mengajukan bantuan, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya dampak kekeringan.

Pemantauan terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa dan kecamatan untuk mengetahui perkembangan ketersediaan air bersih di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Musim Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Desa Kalidawe Tulungagung, Debit HIPPAM Menurun, BPBD Salurkan Bantuan

“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Apabila ada desa yang mulai mengalami kekurangan air bersih dan mengajukan permohonan, penyaluran akan segera kami lakukan," jelasnya. 

BPBD juga mengimbau pemerintah desa agar segera melaporkan apabila debit sumber air mulai menurun dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan laporan yang cepat, bantuan air bersih dapat segera disalurkan sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan.  

“Kami mengimbau pemerintah desa segera melaporkan apabila debit sumber air mulai menurun dan kebutuhan air bersih masyarakat tidak lagi terpenuhi. Dengan begitu, bantuan dapat segera kami distribusikan," pungkasnya.(bac/c1/rka) 

Editor : Vidya Sajar Fitri
Pucanglaban kemarau kalidawir air bersih