RADAR TULUNGAGUNG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tulungagung terus memperkuat fondasi organisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kecamatan dan desa melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar serentak di 19 kecamatan, Minggu (9/8).
Kegiatan yang dipusatkan di GOR Sari Bumi Boro, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, tersebut menjadi momentum penting bagi PKB Tulungagung untuk menyempurnakan struktur kepengurusan sekaligus menyatukan langkah seluruh kader.
Bukan sekadar forum pengesahan kepengurusan, Musancab menjadi bagian dari strategi jangka panjang partai dalam memperkuat mesin organisasi hingga tingkat akar rumput.
Ketua DPC PKB Tulungagung, H. Abdullah Ali Munib, S.H., mengatakan konsolidasi organisasi menjadi bagian penting dalam membangun kembali sekaligus memperkuat kekuatan partai.
Menurut dia, evaluasi terhadap perjalanan kepengurusan sebelumnya menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan. Kekurangan yang ditemukan tidak perlu menjadi beban, tetapi harus dijadikan bahan pembelajaran untuk membangun organisasi yang semakin solid.
"Yang kurang dari periode sebelumnya harus menjadi pembelajaran. Sekarang bagaimana seluruh kader membangun rasa percaya diri dan kebanggaan sebagai bagian dari PKB," ujarnya.
Musancab digelar serentak di 19 kecamatan dengan pembagian peserta berdasarkan enam daerah pemilihan (dapil). Selain membahas struktur kepengurusan, forum tersebut juga menjadi sarana menyempurnakan susunan organisasi di tingkat kecamatan.
Ali Munib menjelaskan, komposisi calon ketua PAC telah dipetakan sebelumnya. Karena itu, Musancab lebih diarahkan untuk pengesahan sekaligus penyempurnaan struktur kepengurusan.
Konsolidasi tersebut selanjutnya akan berjalan secara berjenjang. Setelah Muscab dan Musancab, penguatan organisasi diteruskan hingga tingkat ranting.
Pembenahan internal PKB Tulungagung tidak hanya menyasar struktur organisasi. Kaderisasi dan keterwakilan perempuan juga menjadi perhatian.
Ali Munib menyebut keterwakilan perempuan sebesar 30 persen dalam kepengurusan telah terpenuhi. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen partai untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi perempuan dalam struktur organisasi.
Sementara untuk keterwakilan kader muda, target yang ditetapkan DPW PKB Jawa Timur sebesar 35 persen dengan batas usia maksimal 35 tahun belum sepenuhnya terpenuhi di seluruh wilayah.
Meski begitu, proses regenerasi terus didorong. Salah satunya terlihat dari munculnya kader muda yang dipercaya memimpin organisasi di tingkat kecamatan. Di Kecamatan Sumbergempol, misalnya, kepemimpinan PAC mulai dipercayakan kepada kader yang disebut berusia sekitar 30 tahun.
Bagi kader muda yang belum siap menduduki posisi ketua PAC maupun ketua ranting, PKB tetap memberikan ruang dalam struktur organisasi. Mereka diarahkan untuk mengikuti proses pembelajaran dan kaderisasi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan organisasi. Sebab, kekuatan partai tidak hanya bertumpu pada figur senior, tetapi juga harus dipersiapkan melalui regenerasi yang berkelanjutan.
Penguatan struktur organisasi tersebut berjalan beriringan dengan target politik PKB Tulungagung menghadapi Pemilu 2029.
Saat ini PKB Tulungagung memiliki sembilan kursi di DPRD. Untuk Pemilu 2029, partai menargetkan tambahan sedikitnya dua kursi sehingga total menjadi 11 kursi.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi "pelipatgandaan kemenangan" yang diarahkan oleh pimpinan pusat dan DPW PKB Jawa Timur.
Ali Munib menyadari target tersebut bukan pekerjaan ringan. Tambahan dua kursi membutuhkan peningkatan perolehan suara secara signifikan di sejumlah dapil.
Karena itu, konsolidasi organisasi tidak berhenti pada penyusunan kepengurusan. Struktur yang sudah terbentuk harus mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.
"Target 11 kursi ini menjadi bagian dari strategi pelipatgandaan kemenangan. Karena itu, konsolidasi harus benar-benar sampai ke bawah," jelasnya.
Menurutnya, keberadaan struktur organisasi hingga tingkat desa menjadi modal penting untuk menjalankan kerja politik secara terukur. Kader di setiap tingkatan diharapkan mampu memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperluas basis dukungan.
Dengan waktu menuju Pemilu 2029 yang masih cukup panjang, PKB Tulungagung memiliki kesempatan untuk mematangkan strategi. Konsolidasi yang dilakukan sejak sekarang diharapkan mampu menghasilkan organisasi yang semakin solid dan efektif.
Musancab serentak 19 kecamatan pun menjadi salah satu tahapan awal untuk mewujudkan target tersebut.
Bagi PKB Tulungagung, target 11 kursi bukan sekadar angka. Target itu menjadi pemacu bagi seluruh kader untuk bekerja lebih terarah, memperkuat solidaritas internal, meningkatkan kualitas kaderisasi, sekaligus memperluas kedekatan partai dengan masyarakat.
Dengan fondasi organisasi yang semakin tertata, keterwakilan perempuan yang terpenuhi, regenerasi kader yang terus didorong, serta konsolidasi yang diteruskan hingga tingkat ranting, PKB Tulungagung optimistis dapat menghadapi kontestasi politik 2029 dengan persiapan yang lebih matang.
Musancab 9 Agustus 2026 menjadi momentum awal. Setelah struktur terbentuk, pekerjaan sesungguhnya adalah memastikan seluruh kekuatan organisasi bergerak bersama menuju target yang telah ditetapkan. (sri)
Editor : Sandy Sri Yuwana