RADAR TULUNGAGUNG - Bernostalgia Fest 2026 menghadirkan kembali suasana era 90-an di tengah Kota Tulungagung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026.
Mengusung tema “Nostalgia Rasa, Selebrasi Karya Tahun 90-an”, Bernostalgia Fest 2026 memadukan hiburan, aneka lomba, kesenian lokal, kuliner, hingga kegiatan yang melibatkan langsung pengunjung.
Digelar di Alun-Alun Tulungagung, Bernostalgia Fest 2026 diperkirakan dihadiri sekitar 5.000 pengunjung.
Tak hanya menjadi ruang bernostalgia, Bernostalgia Fest 2026 juga memberikan wadah bagi UMKM serta anak-anak seni Tulungagung untuk tampil dan memperkenalkan karya mereka.
Bawa Kembali Suasana dan Hiburan Era 90-an
Ketua Panitia Bernostalgia Fest 2026, Heru Wilakso Prastowo, mengatakan konsep acara sengaja dibuat untuk menghidupkan kembali berbagai hal yang identik dengan era 90-an.
Mulai dari lagu dan hiburan, kostum, jajanan, hingga suasana Alun-Alun Tulungagung sebagai pusat kota pada masa tersebut dihadirkan dalam festival.
“Tema 90-an adalah masa yang penuh kenangan untuk sekarang dan bisa diikuti remaja sekarang,” kata Heru.
Selama tiga hari, pengunjung dapat menikmati parade band, solo vokal, solo instrumen, kesenian tari, hingga penampilan guest star.
Selain pertunjukan panggung, penyelenggara juga menghadirkan permainan tradisional dan berbagai lomba dengan konsep tahun 90-an.
Lomba tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pengunjung. Penjual, pelaku UMKM, hingga pengisi panggung seni juga ikut terlibat dalam sejumlah kegiatan yang dikemas dengan nuansa nostalgia.
Konsep tersebut membuat pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat ikut merasakan langsung berbagai aktivitas yang disiapkan penyelenggara.
Libatkan UMKM dan Anak-Anak Seni Tulungagung
Bernostalgia Fest 2026 juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Kehadiran tenant kuliner dan produk lokal menjadi bagian dari konsep acara. Masyarakat dapat berkumpul sekaligus menikmati berbagai produk yang ditawarkan pelaku usaha.
Menurut Heru, kegiatan tersebut diharapkan membantu produk UMKM semakin dikenal dan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan calon konsumen.
Tidak hanya UMKM, penyelenggara juga memberikan ruang bagi anak-anak seni di Tulungagung. Berbagai kesenian lokal ditampilkan dalam rangkaian acara sebagai bentuk dukungan terhadap talenta seni daerah.
Dengan demikian, Bernostalgia Fest tidak hanya membawa kembali kenangan masa lalu, tetapi juga memberikan panggung bagi generasi muda dan pelaku seni lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Tarik Sekitar 5.000 Pengunjung, Bakal Jadi Bahan Evaluasi
Antusiasme masyarakat menjadi salah satu catatan dalam pelaksanaan Bernostalgia Fest 2026. Penyelenggara memperkirakan sekitar 5.000 orang hadir selama rangkaian acara berlangsung.
Heru menyebut respons warga Tulungagung sangat antusias. Namun, pihaknya juga menyadari masih terdapat berbagai hal yang perlu dievaluasi dari pelaksanaan festival.
“Positif dan sangat bagus, dan tentu saja negatif selalu ada untuk mendampingi,” ujarnya.
Pengalaman selama penyelenggaraan tahun ini akan menjadi bahan evaluasi apabila Bernostalgia Fest kembali digelar. Panitia berencana melakukan pembenahan agar pelaksanaan berikutnya dapat berjalan lebih baik.
Heru juga berharap keikutsertaan UMKM dalam festival memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, terutama agar produk mereka semakin dikenal dan diminati masyarakat.
“Semoga semua UMKM yang terlibat semakin laris dan dikenal produknya. Kami selaku panitia akan berbenah untuk semakin lebih baik juga,” pungkasnya.
Dengan menggabungkan nostalgia era 90-an, aneka lomba, hiburan, kesenian lokal, UMKM, dan keterlibatan masyarakat, Bernostalgia Fest 2026 menjadi ruang pertemuan antara kenangan masa lalu dengan kreativitas masyarakat Tulungagung saat ini.(dhi)
Editor : Vidya Sajar Fitri