Roof of Tulungagung 2026 Berstandar Internasional, Dongkrak Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 22:29 WIB
Roof of Tulungagung 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif bagi pariwisata, UMKM, dan sektor akomodasi di Tulungagung. (Yulius R.I)
Roof of Tulungagung 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif bagi pariwisata, UMKM, dan sektor akomodasi di Tulungagung. (Yulius R.I)

 

 

RADAR TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung kembali memiliki momentum untuk memperkenalkan potensi daerah melalui olahraga. Gelaran Roof of Tulungagung 2026 tidak sekadar menjadi ajang trail running, tetapi juga diarahkan sebagai instrumen pengembangan sport tourism sekaligus promosi destinasi wisata Tulungagung ke tingkat nasional dan internasional.

 

Event Director Tulungagung RunFest 2026 Yulius R.I. mengatakan, Roof of Tulungagung 2026 memiliki nilai strategis karena telah terdaftar di International Trail-Running Association (ITRA) dan memiliki afiliasi dengan UTMB Index.

 

Status tersebut membuat ajang trail running di Tulungagung memiliki standar dan pengakuan yang lebih luas. Bagi peserta, salah satu keuntungan utamanya adalah adanya pencatatan performa melalui sistem ITRA dan UTMB Index.

 

“Pelari yang berhasil menyelesaikan Roof of Tulungagung 2026 akan mendapatkan poin penilaian ITRA sesuai dengan waktu finis di kategori loop,” terang Yulius.

 

Catatan waktu pelari yang menyelesaikan lomba juga terintegrasi dalam UTMB Index. Bagi pelari yang serius menekuni olahraga trail running, keberadaan indeks tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memetakan kemampuan dan rekam jejak mereka di kompetisi lintas alam.

 

Tidak hanya memberikan manfaat bagi pelari, status tersebut juga menjadi bentuk validasi terhadap penyelenggaraan event. Penyelenggara dituntut menerapkan standar yang lebih profesional, mulai dari akurasi pengukuran rute, elevation gain, titik pemeriksaan, hingga aspek keselamatan dan evakuasi peserta.

 

Dengan standar tersebut, pelari dapat mengikuti lomba dengan rasa aman dan nyaman. Di sisi lain, penyelenggara memiliki kesempatan membangun kredibilitas event agar semakin dikenal komunitas trail running.

 

“Dengan masuk dalam ekosistem ITRA dan UTMB, kredibilitas event juga meningkat, baik di mata sponsor, pemerintah daerah maupun komunitas trail running,” jelasnya.

 

Yang membuat Roof of Tulungagung 2026 semakin strategis, event tersebut juga tercatat dalam ITRA National League. Keikutsertaan ini membuka peluang bagi para pelari untuk mengumpulkan poin dan ITRA Score dalam sistem kompetisi nasional.

 

Pelari yang mengikuti event National League dapat mengukur perkembangan performanya secara lebih konsisten dengan peserta lain di Indonesia. Bahkan, pelari yang berhasil menyelesaikan minimal tiga event National League dalam satu negara pada tahun yang sama berpeluang masuk dalam peringkat nasional ITRA berdasarkan kategori umum, gender, dan kelompok usia.

 

Bagi penyelenggara, status National League juga memberikan nilai tambah dalam aspek promosi. Event akan tercantum dalam kalender resmi ITRA dengan identitas khusus National League. Hal itu sekaligus membuka peluang Roof of Tulungagung dikenal lebih luas oleh komunitas trail runner di berbagai daerah.

 

“Status National League menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi pelari rekreasional maupun atlet yang ingin mengumpulkan poin liga nasional,” ujar Yulius.

 

Jangkauan promosi yang lebih luas tersebut diharapkan turut membuka peluang hadirnya pelari dari berbagai daerah, termasuk atlet elite dan peserta dari luar negeri.

 

Dorong Sport Tourism

 

Lebih jauh, Roof of Tulungagung 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga. Event ini diproyeksikan menjadi bagian dari strategi memperkuat sport tourism di Kabupaten Tulungagung.

 

Para peserta yang datang dari luar daerah berpotensi tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga menikmati destinasi wisata, kuliner, serta berbagai produk ekonomi kreatif yang ada di Tulungagung.

 

Pergerakan peserta dan pendamping selama penyelenggaraan event diharapkan memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Mulai dari meningkatnya okupansi hotel dan penginapan, transaksi kuliner, hingga penjualan produk UMKM.

 

“Harapannya, event ini bisa meningkatkan sport tourism sekaligus mengenalkan destinasi wisata sejarah dan berbagai daya tarik wisata Tulungagung kepada wisatawan nasional,” katanya.

 

Dampak ekonomi lokal juga menjadi salah satu sasaran utama. Semakin banyak peserta yang datang, semakin besar pula peluang pelaku UMKM, sektor kuliner, transportasi, dan akomodasi mendapatkan manfaat ekonomi dari gelaran tersebut.

 

Pada akhirnya, Roof of Tulungagung 2026 diharapkan mampu membangun citra baru Tulungagung sebagai salah satu daerah yang mampu menyelenggarakan event trail running dengan standar internasional.

 

Bukan hanya mengejar jumlah peserta, tetapi juga membangun ekosistem olahraga, pariwisata, dan ekonomi lokal secara bersamaan.

 

“Harapannya, Tulungagung bisa semakin dikenal sebagai penyelenggara event trail run dengan standar internasional,” pungkas Yulius.

Editor : Sandy Sri Yuwana
tulungagung trail run internasional runner