Plt Bupati Ahmad Baharudin Melepas 100 Penari Muda Tulungagung Tampil di Istana Negara, Bawa Jaranan Sentherewe ke Panggung HUT ke-81 RI

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:15 WIB
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat memberi wejangan kepada 100 penari Tulungagung yang akan diberangkatkan pentas di Istana Negara. (SANDY YUWANA)
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat memberi wejangan kepada 100 penari Tulungagung yang akan diberangkatkan pentas di Istana Negara. (SANDY YUWANA)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Kebanggaan terhadap seni dan budaya Tulungagung bakal kembali ditunjukkan di panggung nasional. Sebanyak 100 penari muda asal Kabupaten Tulungagung mendapat kesempatan tampil dalam rangkaian upacara pengibaran bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara. Para penari diberangkatkan dari Tulungagung pada Selasa (11/8).

 

Pemberangkatan para penari muda tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin melepas sekaligus memberikan pesan khusus kepada para penari agar tampil maksimal dan membawa nama baik daerah.

 

Ahmad Baharudin berpesan agar seluruh penari mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mulai dari menjaga kesehatan, mental, hingga kekompakan selama menjalani persiapan maupun saat tampil di hadapan tamu undangan.

 

“Mulai sekarang persiapkan diri kalian. Jaga kesehatan, mental, kondisi dan kekompakan. Tampilkan yang maksimal. Karena nanti penampilan kalian di istana akan dilihat seluruh dunia,” pesannya ketika memberi petuah kepada para penari (10/8).

 

Menurut Baharudin, kesempatan tersebut bukan sekadar tampil dalam sebuah pertunjukan. Para penari membawa nama Kabupaten Tulungagung sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah kepada masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

 

Karena itu, dia meminta para penari menunjukkan bahwa Tulungagung merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan seni dan budaya. Penampilan yang disuguhkan pun telah dipersiapkan secara matang oleh para pelatih.

 

“Tunjukkan bahwa Tulungagung memang daerah seni, gudangnya seni. Apa yang akan ditampilkan tentu sudah dirancang oleh para pelatih. Saya berharap semuanya bisa tampil maksimal,” ungkapnya.

 

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para penari dan orang tua yang telah memberikan dukungan. Menurutnya, keberangkatan 100 penari muda tersebut menjadi momentum penting bagi generasi muda Tulungagung untuk turut memperkenalkan budaya daerah di level nasional.

 

Baharudin menilai Tulungagung memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang kaya akan kebudayaan. Jejak peradaban masa lalu hingga beragam kesenian yang berkembang hingga sekarang menjadi modal penting untuk terus memperkuat identitas daerah.

 

Salah satunya adalah kesenian Jaranan Sentherewe. Kesenian khas Tulungagung tersebut telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB), sekaligus menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki kekayaan budaya yang patut dijaga dan diperkenalkan lebih luas.

 

“Jaranan Sentherewe sudah mempunyai hak kekayaan intelektual. Jadi ini sudah menjadi milik kita dan menjadi salah satu kekayaan budaya Tulungagung,” jelasnya.

 

Menurutnya, tampilnya penari muda Tulungagung di Istana Negara menjadi kesempatan emas untuk memperlihatkan eksistensi kesenian daerah di tengah panggung peringatan kemerdekaan. Momentum tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya lokal.

 

Selain memberikan motivasi, Plt Bupati juga meminta jajaran perangkat daerah terkait memberikan dukungan penuh terhadap persiapan dan pemberangkatan para penari. Dia menyampaikan bahwa proses pemberangkatan juga akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

“Kepada Pak Kadis, mohon anak-anak ini nanti dibantu untuk persiapan dan pemberangkatannya. Yang jelas pemberangkatan nanti dibantu oleh provinsi,” katanya.

 

Di hadapan para penari dan orang tua, Ahmad Baharudin juga mengajak seluruh peserta membangun semangat kebersamaan. Yel-yel “Jawa Timur, Gerbang Panca Nusantara” pun menggema sebagai penyemangat sebelum para penari menjalani persiapan menuju panggung Istana Negara.

 

Ahmad Baharudin turut menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang selama ini mendukung anak-anak mereka. Dukungan keluarga dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para penari agar mampu tampil optimal.

 

“Terima kasih kepada para wali yang sudah mendukung anak-anaknya. Mudah-mudahan anak-anak nanti sehat dan pelaksanaannya berjalan lancar,” ujarnya.

 

Dia berharap seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan penampilan berjalan lancar. Lebih dari itu, para penari diharapkan mampu membawa pulang kebanggaan sekaligus mengharumkan nama Tulungagung melalui seni budaya.

 

Kesempatan tampil di Istana Negara tersebut menjadi bukti bahwa potensi seni Tulungagung terus mendapat ruang di tingkat nasional. Di tangan generasi muda, kekayaan budaya daerah diharapkan tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semaki

n dikenal dan diapresiasi secara luas.

Editor : Sandy Sri Yuwana
istana negara jaranan tulungagung kemerdekaan tari