Diduga Terlalu ke Kanan Saat Mendahului, Truk Mitsubishi Tabrak Honda CB hingga Dua Orang Tewas

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:32 WIB
Truk Mitsubishi diduga terlalu ke kanan saat mendahului kendaraan di depannya hingga bertabrakan dengan Honda CB di Ngantru.(SATLANTAS TULUNGAGUNG)
Truk Mitsubishi diduga terlalu ke kanan saat mendahului kendaraan di depannya hingga bertabrakan dengan Honda CB di Ngantru.(SATLANTAS TULUNGAGUNG)
Radar Tulungagung - Manuver mendahului kendaraan berujung maut di jalan umum masuk Desa/Kecamatan Ngantru, Senin (10/8) sekitar pukul 18.56 WIB. Truk Mitsubishi B 9466 SCR diduga bergerak terlalu ke kanan saat hendak mendahului kendaraan di depannya hingga bertabrakan dengan sepeda motor Honda CB AG 3385 LK dari arah berlawanan.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang yang berada di atas sepeda motor meninggal dunia. Keduanya yakni pengendara Honda CB, Radik Awinda, dan penumpangnya, Orin Julita.

Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Ivan Danara Oktavian mengatakan, kecelakaan bermula ketika kedua kendaraan melaju dari arah berlawanan. Truk Mitsubishi bergerak dari arah utara menuju selatan, sedangkan Honda CB melaju dari arah selatan menuju utara.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kedua kendaraan berjalan dari arah berlawanan. Truk Mitsubishi melaju dari utara ke selatan, sedangkan sepeda motor Honda CB dari selatan menuju utara,” ujar AKP Ivan.

Saat tiba di lokasi kejadian, truk Mitsubishi diduga mengambil jalur terlalu ke kanan ketika hendak mendahului kendaraan yang berada di depannya. Pada saat bersamaan, Honda CB yang membawa dua orang melaju dari arah berlawanan.

Manuver tersebut diduga membuat posisi kedua kendaraan berada pada jalur yang berpotensi bertabrakan. Pengemudi truk juga diduga kurang memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan saat melakukan upaya mendahului.

“Truk Mitsubishi B 9466 SCR diduga berjalan terlalu ke kanan saat akan mendahului kendaraan di depannya. Selain itu, pengemudi diduga kurang memperhatikan arus lalu lintas sehingga terjadi kecelakaan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” jelasnya.

Benturan keras tidak dapat dihindari. Pengendara dan penumpang Honda CB mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut. Keduanya kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, pengemudi truk Mitsubishi, Gilang Kurniawan, tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut. Kondisinya dinyatakan sehat setelah kejadian.

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan penanganan terhadap korban, mengamankan lokasi, serta melaksanakan olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang terlibat. Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian sekaligus memastikan faktor yang menyebabkan kecelakaan maut tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengendara untuk tidak sembarangan melakukan manuver mendahului. Pengendara perlu memastikan jarak, kondisi arus dari arah berlawanan, serta ruang yang tersedia benar-benar aman sebelum mengambil jalur kendaraan lain.

AKP Ivan Danara Oktavian mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Konsentrasi dan kewaspadaan diperlukan, terutama ketika melakukan manuver yang berpotensi masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Tulungagung untuk selalu berhati-hati di jalan, menaati peraturan lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri mendahului apabila kondisi jalan dan arus lalu lintas belum memungkinkan. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan setiap manuver di jalan raya.

Hingga berita ini ditulis, Satlantas Polres Tulungagung masih melakukan penanganan dan penyelidikan terhadap kecelakaan yang menewaskan dua orang tersebut.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
laka maut tulungagung laka orang tewas radar tulungagung laka