Radar Tulungagung - Kebakaran kandang ayam di Dusun Patoman, Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Selasa (11/8) dini hari, menimbulkan kerugian besar. Dari sekitar 8.000 ekor ayam yang berada di dalam kandang, sekitar 7.000 ekor diperkirakan mati akibat terjebak kobaran api.
Selain ribuan ayam, kebakaran juga menghanguskan bangunan kandang beserta sejumlah perlengkapan peternakan. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.
Kasi Operasional Damkar Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 02.30 WIB. Saat kejadian, api sudah membesar dari bagian tengah kandang sehingga dengan cepat merambat dan membakar bangunan yang digunakan untuk memelihara ribuan ayam.
“Api diketahui sudah membesar dari tengah kandang. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dan skala kebakarannya cukup besar,” ujar Bambang.
Kandang tersebut diketahui milik KH Nur Khotib, warga Dusun Guyang Gajah, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan. Sementara lokasi kandang berada di Dusun Patoman, Desa Bendungan, Kecamatan Gondang.
Besarnya kobaran api membuat upaya penyelamatan ayam tidak dapat dilakukan secara maksimal. Dari total sekitar 8.000 ekor ayam di dalam kandang, hanya sebagian yang diperkirakan dapat diselamatkan. Sekitar 7.000 ekor ayam mati dalam kejadian tersebut.
Tidak hanya ayam dan bangunan kandang, sejumlah barang di dalam area peternakan juga ikut terbakar. Di antaranya pakan ayam, sepeda motor, hingga blower yang digunakan untuk mendukung aktivitas peternakan.
Laporan mengenai kebakaran tersebut diterima petugas Damkar Tulungagung sekitar pukul 03.00 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi lima menit setelah laporan diterima.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 03.00 WIB. Lima menit kemudian personel langsung berangkat menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” katanya.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 03.17 WIB. Sebanyak dua armada pemadam kebakaran dan satu armada supply dikerahkan untuk menangani kobaran api.
Petugas kemudian melakukan pemadaman secara bertahap untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pendinginan dan penyisiran terhadap area kandang.
“Pemadaman berlangsung sampai sekitar pukul 06.15 WIB. Setelah api berhasil dipadamkan, kami melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang masih tersisa,” ungkap Bambang.
Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah personel Damkar Tulungagung, mulai Kasi Operasional, Kasi Penyelamatan, Analis Kebakaran, hingga personel Baruna 1, Baruna 2, dan Baruna 3. Petugas juga dibantu perangkat kecamatan, anggota Polsek Gondang, serta relawan pemadam kebakaran (Redkar).
Tidak ada korban jiwa dari manusia dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material yang dialami pemilik peternakan cukup besar. Total kerugian ditaksir sekitar Rp1 miliar, mencakup bangunan kandang, ribuan ayam, pakan, sepeda motor, dan blower.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih berdasarkan dugaan sementara. Damkar menduga api dipicu kebocoran gas LPG yang digunakan sebagai sumber pemanas kandang.
Kondisi api yang sudah membesar ketika diketahui menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian besar ayam tidak berhasil diselamatkan. Petugas juga harus bekerja selama beberapa jam untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.
Bambang mengingatkan pemilik peternakan untuk lebih memperhatikan keamanan peralatan yang digunakan dalam kandang, terutama instalasi LPG dan perangkat pemanas. Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk mencegah kebocoran yang dapat memicu kebakaran.
“Kami mengimbau agar penggunaan LPG dan peralatan pemanas selalu diperhatikan. Pastikan kondisinya aman dan lakukan pengecekan secara berkala untuk mengantisipasi kebocoran yang bisa memicu kebakaran,” pungkasnya.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung