Diduga LPG Pemanas Bocor, Api Melalap Kandang Ayam di Gondang hingga 7.000 Ekor Mati

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:42 WIB
Kebocoran LPG diduga menjadi pemicu kebakaran kandang ayam di Dusun Patoman, Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Selasa (11/8) dini hari.(DAMKAR TULUNGAGUNG)
Kebocoran LPG diduga menjadi pemicu kebakaran kandang ayam di Dusun Patoman, Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Selasa (11/8) dini hari.(DAMKAR TULUNGAGUNG)
Radar Tulungagung - Kebocoran gas LPG diduga menjadi pemicu kebakaran kandang ayam di Dusun Patoman, Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Selasa (11/8) dini hari. Api yang membesar dari bagian tengah kandang membuat ribuan ayam terjebak hingga sekitar 7.000 ekor diperkirakan mati.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 02.30 WIB. Saat api diketahui, kobaran sudah membesar dan melalap bagian tengah kandang yang digunakan untuk memelihara sekitar 8.000 ekor ayam.

Kasi Operasional Damkar Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu kebocoran LPG yang digunakan sebagai pemanas kandang. Kondisi api yang sudah membesar membuat proses penyelamatan ayam menjadi sulit.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran karena kebocoran gas LPG yang digunakan untuk pemanas. Saat kejadian, api sudah membesar sehingga sebagian besar ayam tidak bisa diselamatkan,” jelas Bambang.

Kandang tersebut diketahui milik KH Nur Khotib, warga Dusun Guyang Gajah, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan. Sementara lokasi kandang berada di Dusun Patoman, Desa Bendungan, Kecamatan Gondang.

Besarnya kobaran api membuat petugas harus bekerja cepat untuk mengendalikan kebakaran. Selain membakar bangunan kandang, api juga menghanguskan sejumlah barang yang berada di dalam area peternakan.

Beberapa barang yang ikut terbakar di antaranya pakan ayam, sepeda motor, dan blower. Dari sekitar 8.000 ayam yang berada di dalam kandang, sekitar 7.000 ekor diperkirakan tidak berhasil diselamatkan.

Laporan kebakaran diterima Damkar Tulungagung sekitar pukul 03.00 WIB. Lima menit kemudian, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 03.00 WIB. Lima menit kemudian personel langsung berangkat menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” katanya.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 03.17 WIB. Dua armada pemadam kebakaran dan satu armada supply dikerahkan untuk memadamkan api.

Proses pemadaman dilakukan dengan mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah api merambat ke bagian lain. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan dan penyisiran.

“Pemadaman berlangsung sampai sekitar pukul 06.15 WIB. Setelah api berhasil dipadamkan, kami melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang masih tersisa,” ungkap Bambang.

Penanganan melibatkan Kasi Operasional, Kasi Penyelamatan, Analis Kebakaran, serta personel Baruna 1, Baruna 2, dan Baruna 3. Petugas juga mendapat bantuan dari perangkat kecamatan, anggota Polsek Gondang, serta relawan pemadam kebakaran (Redkar).

Tidak ada korban manusia dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar. Kerugian mencakup bangunan kandang, ribuan ayam, pakan, sepeda motor, hingga blower.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian terhadap penggunaan LPG dan peralatan pemanas di kandang peternakan. Peralatan yang digunakan dalam ruang tertutup perlu mendapat perhatian karena kebocoran gas dapat berpotensi menimbulkan kebakaran.

Bambang mengimbau pemilik peternakan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap instalasi LPG maupun perangkat pemanas. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak terdapat kebocoran atau kerusakan yang dapat memicu kebakaran.

“Kami mengimbau agar penggunaan LPG dan peralatan pemanas selalu diperhatikan. Pastikan kondisinya aman dan lakukan pengecekan secara berkala untuk mengantisipasi kebocoran yang bisa memicu kebakaran,” pungkasnya.

Menurutnya, langkah pencegahan menjadi penting, terutama pada peternakan yang menggunakan pemanas berbahan bakar LPG. Pemilik usaha diharapkan tidak hanya memperhatikan kebutuhan operasional, tetapi juga memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi aman.

Kebakaran di kandang ayam tersebut sekaligus menunjukkan besarnya dampak yang dapat terjadi apabila sumber api muncul di area yang berisi ribuan hewan dan material mudah terbakar. Karena itu, pengecekan peralatan secara rutin menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko kebakaran.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
api melalap kandang kandang ayam kebakaran kebakaran radar tulungagung damkar tulungagung