RADAR TULUNGAGUNG – Musim angin pada Agustus mulai berdampak di pesisir selatan Tulungagung.
Gelombang tinggi menerjang kawasan Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung, Selasa (11/8/2026).
Air laut bahkan meluap hingga masuk ke permukiman nelayan dan menggenangi puluhan rumah warga di sekitar pantai.
Perangkat Desa Besole, Sumaryanto mengatakan, gelombang tinggi mulai terjadi sejak Senin (10/8/2026) malam.
Namun, kondisi paling parah terjadi Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Baca Juga: Jaring Tarik Jadi Andalan Nelayan di Pantai Sidem, Hasil Tangkapan Bergantung Musim dan Cuaca
Gelombang yang datang cukup besar membuat air laut meluber melewati bibir pantai hingga masuk ke kawasan permukiman.
“Kalau mulai gelombang tinggi pada Senin malam, tapi yang paling tinggi pagi tadi. Air sampai meluap ke perkampungan,” ujarnya.
Luapan air laut tersebut setidaknya menggenangi sekitar 30 rumah nelayan. Selain permukiman, sejumlah warung yang berada di sekitar pantai juga terdampak.
Beberapa warung bahkan mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan gelombang.
“Ada beberapa yang tidak bisa jualan karena rusak parah, tiangnya sudah miring. Pasir juga terbawa air ke warung-warung warga,” imbuhnya.
Kondisi cuaca buruk juga berdampak pada kawasan bibir pantai. Gelombang tinggi mengikis daratan dan memicu abrasi di sejumlah titik.
Infrastruktur serta fasilitas yang berada dekat garis pantai turut terdampak akibat kuatnya hempasan air laut.
Warga kini diminta lebih waspada mengingat kondisi angin dan gelombang masih berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.
Terlebih, sebagian besar warga Pantai Sidem menggantungkan aktivitas ekonomi dari sektor kelautan dan usaha yang berada di sekitar kawasan pantai. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri