RADAR TULUNGAGUNG – Lima kesenian tari dari berbagai daerah di Jawa Timur bakal dirangkai dalam satu pertunjukan di Istana Negara.
Salah satunya Jaranan Senterewe dari Tulungagung yang dibawakan 100 penari muda dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari mengatakan, penampilan tersebut menjadi bagian dari delegasi Jawa Timur dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Jawa Timur mengirimkan dua tim delegasi, yakni tim kesenian musik dan tim kesenian tari.
Untuk tim tari, Tulungagung dipercaya menjadi wakil Jawa Timur setelah melalui proses kurasi.
Baca Juga: 100 Penari Tulungagung Jadi Wakil Jawa Timur, Tampil di Istana Negara
"Ini kesempatan baik bagi kita semua untuk menunjukkan bahwa Jawa Timur mempunyai kesenian yang luar biasa beragam dan luar biasa bagusnya," ujar Evy.
Dalam pertunjukan tersebut, Jaranan Senterewe menjadi kesenian yang merepresentasikan Tulungagung.
Kesenian tersebut akan dibawakan oleh 100 penari muda dari Sanggar Lestari Widodo Wiryatama.
Selain Jaranan Senterewe, pertunjukan juga akan menampilkan tari representasi Remo dari Surabaya, Topeng Malang, Gelipang dari Probolinggo, serta tari dari Banyuwangi.
Kelima kesenian tersebut akan dirangkai menjadi satu pertunjukan. Masing-masing membawa karakter kesenian dari daerahnya dan dipertemukan dalam satu panggung dalam momentum peringatan kemerdekaan.
Evy mengatakan, kesempatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menunjukkan keberagaman kesenian yang dimiliki Jawa Timur.
Terlebih, para penampil didominasi generasi muda.
"Anak-anak generasi muda, para seniman-seniman muda ini luar biasa," tuturnya.
Menurut Evy, keterlibatan para seniman muda menunjukkan bahwa regenerasi kesenian di Jawa Timur terus berjalan.
Para penari tidak hanya tampil membawa gerakan tari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesenian tradisional tetap hidup.
Salah satu penampil muda dalam rombongan tersebut adalah Wisnu. Seniman cilik itu sebelumnya pernah tampil di Gedung Negara Grahadi dua tahun lalu.
Kini, Wisnu kembali mendapat kesempatan tampil di panggung yang lebih besar. Ia akan menjadi bagian dari penampil yang menunjukkan kesenian Jawa Timur di hadapan Presiden Republik Indonesia.
Evy menyebut penampilan Wisnu saat ini bahkan semakin memukau dibandingkan ketika tampil di Gedung Negara Grahadi dua tahun silam.
"Insya Allah besok beliau juga tampil di depan Pak Presiden," katanya.
Persiapan menuju Istana Negara dilakukan dengan matang. Rombongan dijadwalkan berangkat menggunakan bus dengan didampingi tim kurator dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur juga akan turut mendampingi selama kegiatan.
Dengan jumlah sekitar 100 penari, sedikitnya tiga bus disiapkan untuk membawa rombongan.
Evy meminta seluruh penari menjaga kesehatan dan memberikan penampilan terbaik ketika berada di panggung Istana Negara.
"Mohon doa restunya agar anak-anak sehat dan bisa menampilkan yang terbaik di sana. Nanti pulang juga membawa kebanggaan untuk Tulungagung," ujar Evy.
Sebagai bentuk apresiasi, para penampil akan memperoleh sertifikat sebagai bukti telah tampil di Istana Negara.
Mereka juga mendapatkan sertifikat dari Gubernur Jawa Timur serta uang pembinaan.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri