RADAR TULUNGAGUNG - SMAN 1 Gondang melahirkan inovasi pembelajaran berbasis Internet of Things (IoT).
Inovasi bernama MATA SAKTI (Matematika Terintegrasi dengan Sains, Koding, dan Teknologi Informasi) itu memadukan matematika, sains, koding, dan teknologi informasi dalam sebuah sistem kontrol daya listrik melalui smartphone.
MATA SAKTI dikembangkan untuk mengubah pembelajaran dari sekadar teori menjadi praktik yang menghasilkan produk nyata.
Siswa tidak hanya mempelajari konsep matematika dan sains, tetapi juga menerapkannya melalui koding dan teknologi.
Kepala SMAN 1 Gondang, Yessy Erma Kusuma Santi, S.Sos., mengatakan pengembangan MATA SAKTI merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Menurut beliau, integrasi sejumlah disiplin ilmu dalam satu produk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
Matematika dan sains dipadukan dengan koding serta teknologi informasi hingga menghasilkan teknologi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu penerapannya berupa sistem kontrol daya listrik yang dapat dioperasikan melalui smartphone.
Teknologi tersebut juga diarahkan untuk mendukung penggunaan energi secara lebih efisien.
MATA SAKTI selanjutnya diproyeksikan sebagai living lab atau laboratorium belajar nyata bagi siswa.
Produk tersebut tidak hanya menjadi hasil pembelajaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami dan menciptakan teknologi.
“Melalui MATA SAKTI, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga bagaimana siswa dapat mengintegrasikan pengetahuan yang mereka miliki menjadi sebuah inovasi yang nyata dan bermanfaat, tutur Ibu Yessy selaku Kepala Sekolah."
Pengembangan MATA SAKTI juga menjadi upaya mendorong siswa tidak hanya sebagai pengguna teknologi.
Mereka diarahkan untuk mampu menciptakan teknologi dan mencari solusi atas persoalan yang ada di lingkungan sekitar.
Inovasi tersebut kemudian diperkenalkan kepada siswa di luar lingkungan SMAN 1 Gondang.
Sosialisasi dilakukan di SDN 1 Mojoarum, SMPN 1 Gondang, dan SMPN 2 Gondang.
Dalam kegiatan itu, siswa dikenalkan dengan cara kerja MATA SAKTI serta konsep dasar koding dan IoT.
Penyampaian dilakukan secara interaktif agar materi teknologi dapat dipahami dengan lebih mudah.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung.
Mereka menunjukkan rasa ingin tahu saat melihat langsung penerapan teknologi untuk mengontrol daya listrik.
Salah satu siswa SDN 1 Mojoarum, Bintang Zanuar Alvatih, menilai MATA SAKTI memberikan pengalaman baru dalam belajar.
Menurut dia, inovasi tersebut dapat membantu menghemat energi sekaligus membuat pembelajaran matematika lebih menyenangkan.
“Bisa menghemat energi untuk masa depan. Selain itu, pembelajaran seperti matematika yang dikira rumit ternyata bisa menyenangkan,” ungkap Bintang.
Ibu Yessy menyampaikan bahwa pengenalan MATA SAKTI ke sekolah lain diharapkan dapat memperluas manfaat inovasi yang dikembangkan SMAN 1 Gondang.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mengenalkan koding, IoT, dan teknologi digital kepada siswa sejak dini.
Melalui inovasi tersebut, SMAN 1 Gondang berupaya mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik.
MATA SAKTI menjadi salah satu karya yang mempertemukan matematika, sains, koding, dan teknologi dalam sebuah produk yang dapat dimanfaatkan secara nyata. (meg)
Editor : Vidya Sajar Fitri