RADAR TULUNGAGUNG – Realisasi opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kabupaten Tulungagung hingga memasuki Agustus 2026 masih berada di kisaran 55 persen.
Kondisi tersebut membuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung semakin menggencarkan operasi gabungan untuk mengoptimalkan penerimaan dari sektor pajak kendaraan.
Operasi gabungan kembali digelar bersama Unit Pelaksana Teknis Badan (UPT Bapenda) Samsat dan kepolisian di Jalan Supriadi Tulungagung, sebelah barat simpang empat Jepun, Selasa (11/8).
Plt Kabid Pembukuan dan Penagihan Pajak Daerah Bapenda Tulungagung Bowo Wicaksono mengatakan, operasi gabungan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan.
“Paling tidak satu atau dua kali dalam satu bulan pasti dilaksanakan. Sebenarnya kalau rencananya bisa lebih dari satu kali, tetapi menyesuaikan dengan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Bapenda mencatat target penerimaan dari sektor opsen yang berkaitan dengan kendaraan bermotor pada 2026 mencapai sekitar Rp 136 miliar.
Hingga Agustus, realisasi opsen PKB baru sekitar 55 persen.
Sementara itu, realisasi opsen bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) telah mencapai sekitar 68 persen.
“Makanya kita sedikit gencar untuk melakukan operasi gabungan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing instansi memiliki tugas sesuai kewenangan.
Petugas Samsat memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan dan kewajiban pajak. Sedangkan kepolisian memeriksa kelengkapan berkendara, termasuk surat izin mengemudi (SIM).
Wajib pajak yang ditemukan memiliki tunggakan juga diberikan kemudahan untuk membayar langsung di lokasi operasi.
Fasilitas tersebut disediakan agar masyarakat tidak perlu kembali datang ke kantor Samsat untuk menyelesaikan kewajibannya.
Bapenda berharap kegiatan operasi gabungan dan peningkatan kepatuhan masyarakat dapat mendorong realisasi penerimaan hingga mencapai target yang ditetapkan.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri