Target Opsen Kendaraan Bermotor Tulungagung Rp 136 Miliar, PKB Baru 55 Persen

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:26 WIB
Hingga memasuki Agustus, realisasi opsen PKB masih di kisaran 55 persen sehingga upaya penagihan sekaligus kepatuhan masyarakat dilakukan melalui operasi gabungan.
Hingga memasuki Agustus, realisasi opsen PKB masih di kisaran 55 persen sehingga upaya penagihan sekaligus kepatuhan masyarakat dilakukan melalui operasi gabungan.

 

RADAR TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menargetkan penerimaan dari sektor opsen yang berkaitan dengan kendaraan bermotor mencapai sekitar Rp 136 miliar pada 2026.

Namun, hingga memasuki Agustus, realisasi opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) baru berada di kisaran 55 persen.

Kondisi tersebut mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung meningkatkan upaya penagihan sekaligus kepatuhan masyarakat melalui operasi gabungan.

Operasi kembali dilakukan bersama Unit Pelaksana Teknis Badan (UPT Bapenda) Samsat dan kepolisian di Jalan Supriadi, sebelah barat simpang empat Jepun, Selasa (11/8).

Plt Kabid Pembukuan dan Penagihan Pajak Daerah Bapenda Tulungagung Bowo Wicaksono mengatakan, operasi gabungan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat.

Baca Juga: Bapenda Tulungagung Gelar Operasi Gabungan 1–2 Kali Sebulan, Sasar Titik Padat Kendaraan

“Paling tidak satu atau dua kali dalam satu bulan pasti dilaksanakan. Sebenarnya kalau rencananya bisa lebih dari satu kali, tetapi menyesuaikan dengan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Selain opsen PKB, Bapenda juga mencatat realisasi opsen bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) telah mencapai sekitar 68 persen.

Dalam operasi gabungan, petugas Samsat memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan serta kewajiban pajak. Sementara kepolisian memeriksa kelengkapan berkendara, termasuk surat izin mengemudi (SIM).

Wajib pajak yang ditemukan memiliki tunggakan dapat melakukan pembayaran langsung di lokasi operasi. Fasilitas tersebut diberikan untuk memudahkan masyarakat menyelesaikan kewajibannya.

Baca Juga: Tunggakan Pajak Kendaraan Bisa Langsung Dibayar saat Operasi Gabungan Tulungagung

Bapenda menentukan lokasi operasi berdasarkan pertimbangan efektivitas. Titik dengan kepadatan kendaraan menjadi salah satu pertimbangan agar pemeriksaan dan sosialisasi kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Bowo menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah.

Karena itu, Bapenda berharap kepatuhan wajib pajak terus meningkat sehingga target penerimaan dapat tercapai.(sri)

Editor : Vidya Sajar Fitri
opsen kendaraan bermotor Bapenda Tulungagung pajak samsat