125 KK Kesulitan Air Bersih, BPBD Tulungagung Kirim 10 Ribu Liter ke Tanggunggunung

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:54 WIB
BPBD Tulungagung terus menyalurkan bantuan air bersih untuk wilayah kekeringan, khususnya di Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung.
BPBD Tulungagung terus menyalurkan bantuan air bersih untuk wilayah kekeringan, khususnya di Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung.

 

RADAR TULUNGAGUNG – Kemarau mulai menekan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Tulungagung.

Warga Dusun Jinggring, Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air sehingga BPBD Tulungagung turun tangan melakukan dropping.

Dua tangki atau sekitar 10 ribu liter air bersih dikirim ke wilayah tersebut.

Bantuan itu diperuntukkan bagi sekitar 125 kepala keluarga (KK) yang mulai terdampak kekurangan pasokan air. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Teguh Abianto mengatakan, dropping dilakukan setelah ketersediaan air di wilayah tersebut mulai menjadi persoalan bagi warga.

Baca Juga: 15 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kemarau di Kalidawir dan Pucanglaban Tulungagung

“Kami menyalurkan bantuan air bersih sebanyak dua tangki, dengan total sekitar 10 ribu liter air, untuk memenuhi kebutuhan warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya. 

Menurut Teguh, Dusun Jinggring menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan penanganan ketika pasokan air mulai menurun.

Bantuan dikirim langsung agar masyarakat tetap memiliki akses air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 125 kepala keluarga yang berada di satu dusun, yakni Dusun Jinggring, Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung,” jelasnya. 

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Air Pasang di Pantai Sidem Tulungagung Terjang 30 Rumah Nelayan, Sejumlah Warung Rusak Parah

Penurunan ketersediaan air dapat menjadi persoalan serius apabila berlangsung dalam waktu panjang, terutama bagi warga yang bergantung pada sumber air lokal. 

BPBD kini tidak hanya mengandalkan dropping, tetapi juga memantau perkembangan kondisi sumber air di wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan.

Pemantauan dilakukan untuk menentukan kebutuhan penanganan berikutnya.

“Dropping air bersih ini dilakukan sebagai bentuk penanganan terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang mulai terdampak kondisi kekurangan air selama musim kemarau,” kata Teguh. 

BPBD juga membuka kemungkinan kembali mengirimkan bantuan apabila kebutuhan air warga belum terpenuhi.

Baca Juga: BRI Peduli Hadirkan Sumur Bor di Desa Babadan, Perluas Akses Air Bersih bagi Masyarakat Tulungagung

Penyaluran berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan laporan kebutuhan masyarakat.

“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan. Jika kebutuhan air bersih masyarakat masih berlanjut, penyaluran dapat dilakukan kembali sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga,” pungkasnya. (bac/c1/rka) 

 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
dropping tanggunggunung air bersih bpbd tulungagung