Radar Tulungagung - Kebakaran yang melanda rumah milik Siti Chabibah, 63, warga Dusun Darungan, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kamis (13/8), menyebabkan kerugian material sekitar Rp25 juta. Sejumlah bagian bangunan dan barang milik korban ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Kasi Operasional dan Pemadaman (Pengendalian Operasi) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, kebakaran menghanguskan bagian dapur rumah beserta sejumlah barang di dalamnya. Api juga merembet ke kandang ayam yang berada di sekitar bangunan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kerugian material, berdasarkan keterangan pemilik rumah diperkirakan sekitar Rp25 juta,” ujar Bambang.
Selain bagian atap dan isi dapur, sejumlah barang milik korban turut terdampak. Di antaranya mesin diesel, pupuk, serta perlengkapan lain yang berada di sekitar area kebakaran.
Kebakaran tersebut masuk kategori sedang. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, api sempat mengancam bangunan di sekitar lokasi sehingga petugas langsung melakukan pemadaman setelah menerima laporan.
Laporan diterima DPKP sekitar pukul 10.30 WIB. Lima menit kemudian, satu armada pemadam kebakaran bersama satu unit water supply diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 10.42 WIB.
“Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan. Armada berangkat sekitar pukul 10.35 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.42 WIB untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Petugas kemudian melakukan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas. Setelah api berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan tidak terdapat bara yang masih menyala.
Penanganan berlangsung sekitar setengah jam. Api berhasil dipadamkan dan pembasahan selesai dilakukan sekitar pukul 11.15 WIB.
Dalam proses penanganan, DPKP menerjunkan sejumlah personel. Penanganan juga melibatkan Inavis, Polsek Ngantru, Koramil Ngantru, serta perangkat desa setempat.
Bambang mengatakan tidak adanya korban jiwa menjadi hal penting dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan sejumlah bagian bangunan dan barang milik korban tetap menimbulkan kerugian yang cukup besar.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama ketika dilakukan di sekitar bangunan maupun material yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan api ketika membakar sampah. Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, karena kalau masih menyala dan tidak diawasi bisa merembet ke benda maupun bangunan di sekitarnya,” pungkas Bambang.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung