Plt Bupati Tulungagung Buka Rumah Terapi ABAKU, Gratis bagi Anak Keluarga Kurang Mampu

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin meresmikan rumah terapi Abbaku. (PROKOPIM)
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin meresmikan rumah terapi Abbaku. (PROKOPIM)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung membuka akses layanan terapi gratis bagi anak berkebutuhan khusus. Hal itu ditandai dengan peluncuran Rumah Terapi Anak Berdaya, Aktif, Kreatif, dan Unggul (ABAKU), yang diresmikan langsung oleh Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Kamis (13/8).

 

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, Rumah Terapi ABAKU dihadirkan untuk memberikan layanan terapi bagi anak berkebutuhan khusus, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu.

 

Menurut dia, layanan terapi di Rumah ABAKU tidak dipungut biaya. Sasaran utamanya adalah anak dari keluarga yang masuk dalam desil 1 sampai 4.

 

“Diperuntukkan bagi anak dari keluarga desil 1 sampai 4,” tuturnya.

 

Baharudin berharap keberadaan Rumah Terapi ABAKU bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Tulungagung. Terlebih, fasilitas tersebut menyediakan sejumlah layanan terapi yang dibutuhkan anak berkebutuhan khusus.

 

“Semoga bermanfaat bagi masyarakat dan membawa berkah,” ujarnya.

 

Rumah Terapi ABAKU merupakan hasil kerja sama Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung dengan Sentra Terpadu Kartini Kementerian Sosial RI di Temanggung. Layanan yang tersedia meliputi fisioterapi, okupasi terapi, dan terapi wicara.

 

“Di sini (Rumah Terapi ABAKU) ada layanan fisioterapi, okupasi terapi dan terapi wicara. Ini sangat dibutuhkan oleh anak yang perlu terapi,” paparnya.

 

Namun, Baharudin menyebut kebutuhan tenaga relawan di Rumah Terapi ABAKU masih belum sepenuhnya tercukupi. Karena itu, Pemkab Tulungagung membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan dan membantu pelayanan di rumah terapi tersebut.

 

“Kami membuka seluasnya bagi relawan Tulungagung untuk mengabdi di Rumah Terapi ABAKU,” ucapnya.

 

Sementara itu, Kabag TU Sentra Terpadu Kartini Kemensos RI di Temanggung Luluk Sugianto menyebut Rumah Terapi ABAKU di Tulungagung merupakan rumah terapi ke-21 dari 22 wilayah kerja Sentra Terpadu Kartini.

 

Menurut Luluk, pendirian rumah terapi merupakan bentuk kerja sama antara Kemensos dan pemerintah daerah. Kemensos menyediakan peralatan terapi, sedangkan pemerintah daerah menyiapkan ruangan serta sumber daya manusia berupa relawan.

 

Saat ini, sebanyak 32 penerima manfaat telah terdaftar untuk mendapatkan layanan terapi di Rumah Terapi ABAKU Tulungagung.

 

Luluk mengatakan tingginya kebutuhan terapi bagi anak berkebutuhan khusus juga terlihat di Rumah Terapi ABAKU Temanggung. Bahkan, layanan di sana telah dipenuhi banyak penerima manfaat hingga harus mengantre.

 

“Ini karena banyak sekali yang membutuhkan,” katanya.

Editor : Sandy Sri Yuwana
plt bupati ahmad baharudin abaku tulungagung dinkes