Sebulan Lebih Dicari, Warga Ngantru yang Diduga Jatuh ke Sungai Brantas Akhirnya Ditemukan di Tapan

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:49 WIB
Penemuan Jenazah teridentifikasi sebagai warga Ngantru yang dilaporkan hilang setelah diduga jatuh ke sungai pada Juli lalu.(POLRES TULUNGAGUNG)
Penemuan Jenazah teridentifikasi sebagai warga Ngantru yang dilaporkan hilang setelah diduga jatuh ke sungai pada Juli lalu.(POLRES TULUNGAGUNG)

Radar Tulungagung - Penantian keluarga N.S, 45, warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, akhirnya menemui kepastian. Pria tersebut yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke Sungai Brantas pada 7 Juli 2026, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai wilayah Dusun Melikan, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kamis (13/8).

Jenazah ditemukan warga sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, dua warga yang tengah mencari rumput di sekitar aliran Sungai Brantas melihat benda tersangkut di pinggir sungai. Awalnya, benda tersebut dikira boneka.

Setelah didekati, warga baru menyadari bahwa benda tersebut merupakan sesosok jenazah. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun Melikan dan diteruskan ke Polsek Kedungwaru.

Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto mengatakan, petugas langsung melakukan evakuasi dan pemeriksaan terhadap jenazah. Kondisinya yang telah mengalami pembusukan membuat identitas korban tidak bisa langsung diketahui.

“Jenazah ditemukan dalam kondisi sudah mengalami pembusukan lanjut. Untuk memastikan identitas korban, jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk dilakukan proses identifikasi,” ujar Nanang.

Proses identifikasi dilakukan Tim Inafis Polres Tulungagung bersama tim medis RSUD dr. Iskak Tulungagung. Hasil pemeriksaan akhirnya mengungkap bahwa jenazah tersebut merupakan N.S, warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru.

“Hasil identifikasi yang dilakukan petugas memastikan korban berinisial N.S, 45, warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru,” jelasnya.

N.S sebelumnya telah dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke Sungai Brantas pada 7 Juli 2026. Laporan kehilangan tersebut telah tercatat di Polsek Ngantru. Lebih dari sebulan kemudian, keberadaan korban akhirnya diketahui setelah jenazah ditemukan di wilayah Tapan.

Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian dan memberikan kepastian kepada keluarga. Setelah identitas korban dipastikan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Setelah identitas korban dipastikan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi,” ungkap Nanang.

Pihak keluarga kemudian meminta agar jenazah tidak dilakukan autopsi. Setelah seluruh proses penanganan dan identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
mengapung penemuan jenazah sungai brantas radar tulungagung