RADAR TULUNGAGUNG - Stasiun Tulungagung menjadi salah satu simpul penting perjalanan kereta api di wilayah selatan Jawa Timur.
Stasiun Tulungagung tidak hanya melayani perjalanan kereta api lokal, tetapi juga menjadi tempat berhenti berbagai kereta api jarak jauh dan menengah dengan tujuan sejumlah kota besar.
Bagi calon penumpang, mengetahui daftar kereta yang melewati Stasiun Tulungagung penting untuk menentukan pilihan perjalanan.
Sejumlah kereta melayani rute menuju Jakarta, Bandung, Purwokerto, Malang, Blitar, hingga Surabaya.
Selain itu, tersedia pula layanan commuter line yang menghubungkan sejumlah daerah di Jawa Timur.
Dengan banyaknya pilihan tersebut, Stasiun Tulungagung menjadi salah satu stasiun yang cukup strategis dalam jaringan perkeretaapian di bawah pengelolaan Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun.
Layanan yang tersedia mencakup kereta api jarak jauh, menengah, serta kereta lokal atau commuter line.
Daftar Kereta Api Jarak Jauh dan Menengah
Sejumlah kereta api jarak jauh dan menengah tercatat melewati Stasiun Tulungagung. Salah satunya adalah Kereta Api (KA) Gajayana yang melayani perjalanan pulang-pergi dari Gambir menuju Malang.
Kereta ini menjadi salah satu pilihan perjalanan jarak jauh bagi penumpang dari kawasan Tulungagung.
Selain Gajayana, terdapat KA Brawijaya dengan relasi Gambir-Malang pulang-pergi. Ada pula KA Malabar yang melayani rute Bandung-Malang pulang-pergi, sehingga memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang hendak bepergian menuju wilayah Jawa Barat maupun Jawa Timur.
Untuk perjalanan dari Jakarta, penumpang juga dapat memanfaatkan KA Brantas dan KA Singasari yang memiliki relasi Pasar Senen-Blitar pulang-pergi.
Dua kereta tersebut menjadi pilihan perjalanan menuju kawasan Blitar sekaligus melayani penumpang dari sejumlah stasiun yang berada di sepanjang lintasan.
Pilihan lainnya adalah KA Majapahit dan KA Matarmaja. Keduanya melayani perjalanan dari Pasar Senen menuju Malang dan sebaliknya. Sementara itu, KA Kahuripan memiliki relasi Kiaracondong-Blitar pulang-pergi.
Rangkaian kereta lain yang turut melintas adalah KA Kertanegara dengan rute Purwokerto-Malang pulang-pergi. Ada pula KA Malioboro Ekspres yang menghubungkan Purwokerto dan Malang.
Dalam kondisi tertentu, penumpang juga dapat menjumpai KA Gajayana Tambahan dengan relasi Gambir-Malang pulang-pergi.
Baca Juga: Warga Tolak Penutupan Perlintasan Kereta di Gilang Tulungagung, Minta KAI Kedepankan Urun Rembuk
Ada Commuter Line Dhoho dan Penataran
Tidak hanya kereta api jarak jauh, Stasiun Tulungagung juga dilayani kereta api lokal atau commuter line. Salah satu layanan yang cukup dikenal masyarakat adalah Commuter Line Dhoho.
Commuter Line Dhoho melayani relasi Kertosono-Kediri-Tulungagung-Blitar hingga Surabaya Kota.
Layanan ini menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan antarkota di kawasan Jawa Timur dengan tarif dan pola perjalanan kereta lokal.
Selain Dhoho, terdapat Commuter Line Penataran. Kereta ini melayani jalur memutar yang menghubungkan Blitar, Malang, Surabaya, hingga Kertosono dan melewati kawasan Tulungagung.
Kehadiran dua layanan commuter line tersebut membuat akses masyarakat menuju sejumlah kota di Jawa Timur semakin beragam.
Baca Juga: Rambak Tulungagung Jadi Oleh-Oleh Favorit, Deretan Toko Dekat Stasiun Selalu Ramai
Jadwal Kereta Bisa Berubah
Banyaknya pilihan kereta api yang melewati Stasiun Tulungagung memberikan keuntungan bagi masyarakat. Penumpang dapat memilih layanan sesuai tujuan, waktu perjalanan, maupun kebutuhan perjalanan masing-masing.
Namun, calon penumpang perlu memperhatikan bahwa jadwal perjalanan dan jenis rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.
Perubahan tersebut dapat mengikuti kebijakan PT Kereta Api Indonesia (KAI), termasuk penyesuaian jadwal perjalanan, operasional kereta tambahan, maupun perubahan rangkaian.
Karena itu, sebelum melakukan perjalanan, penumpang disarankan mengecek kembali jadwal dan layanan yang tersedia melalui kanal resmi KAI.
Dengan memastikan informasi terbaru, perjalanan dari Stasiun Tulungagung menuju berbagai kota di Jawa Timur maupun luar daerah dapat direncanakan dengan lebih nyaman.
Editor : Vidya Sajar FitriSumber : Diolah dari berbagai sumber