Luput dari Pengawasan, Balita Tiga Tahun Meninggal Tercebur Sumur Resapan di Mojosari

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:07 WIB
Petugas kepolisian bersama tim medis melakukan pemeriksaan di rumah duka balita tiga tahun yang meninggal setelah diduga tercebur ke sumur resapan di Desa Mojosari.(POLRES TULUNGAGUNG)
Petugas kepolisian bersama tim medis melakukan pemeriksaan di rumah duka balita tiga tahun yang meninggal setelah diduga tercebur ke sumur resapan di Desa Mojosari.(POLRES TULUNGAGUNG)

Radar Tulungagung - Peristiwa memilukan terjadi di Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, Jumat (14/8). Seorang balita berinisial E.S.B, 3, meninggal dunia setelah diduga terjatuh atau tercebur ke dalam sumur resapan rumah tangga yang berada di sekitar rumahnya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Kalangbret Polres Tulungagung. Mendapat laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap korban.

Saat petugas tiba, korban sudah berada di rumah duka dan hendak dimandikan oleh pihak keluarga. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Medis Puskesmas Kauman dan Tim Inafis Polres Tulungagung untuk melakukan pemeriksaan.

Kapolsek Kalangbret Iptu Sugeng Haryono mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan Inafis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” ujar Iptu Sugeng.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga tercebur ke dalam sumur resapan yang berada di sekitar rumah. Peristiwa tersebut kemudian ditangani kepolisian dengan melibatkan sejumlah personel dan tim terkait.

Di antaranya Kapolsek Kalangbret, Pamapta dan anggota Polres Tulungagung, Tim Inafis, Tim Medis Puskesmas Kauman, Kanit Reskrim beserta anggota, Kanit Intelkam, serta personel Polsek Kalangbret.

Setelah pemeriksaan dilakukan, keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Orang tua korban juga menghendaki agar tidak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun, baik secara pidana maupun perdata.

Iptu Sugeng turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dia mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ketika bermain di sekitar rumah yang memiliki area berisiko.

“Kami turut berbelasungkawa atas musibah yang dialami keluarga korban. Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di sekitar lingkungan rumah yang terdapat sumur, lubang, kolam, maupun tempat lain yang berpotensi membahayakan,” tegasnya.

Selain pengawasan, masyarakat juga diminta memastikan sumur resapan maupun lubang di sekitar rumah memiliki penutup yang kuat dan aman. Hal tersebut penting untuk mencegah anak-anak mendekati atau terjatuh ke area yang berpotensi membahayakan.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
tercebur sumur luput pengawasan duka radar tulungagung balita