Kirab Bendera Puncak Secang Tempuh 17 Kilometer, Plt Bupati Ahmad Baharudin Ajak Peserta Jaga Ketertiban

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:16 WIB
Peserta Kirab Bendera Puncak Secang menempuh 17 kilometer menuju Puncak Secang, Boyolali, membawa semangat kemerdekaan.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Peserta Kirab Bendera Puncak Secang menempuh 17 kilometer menuju Puncak Secang, Boyolali, membawa semangat kemerdekaan.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

Radar Tulungagung - Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI diwujudkan melalui Kirab Bendera Puncak Secang 2026. Kegiatan yang memasuki pelaksanaan ketujuh tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air sekaligus mengenang jasa para pahlawan.

Ketua Panitia Pelaksana Kirab Bendera Puncak Secang 2026, Rohman Kurniaji, mengatakan kegiatan tahun ini menempuh jarak sekitar 17 kilometer menuju Puncak Secang, Desa Pojok, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Rangkaian kirab dilaksanakan selama dua hari, mulai 16 Agustus dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera pada 17 Agustus.

“Yang jelas untuk agenda ini adalah kita memupuk terutama para pemuda-pemudi agar tetap mencintai NKRI, kemudian mengenang jasa para pahlawan kita. Kegiatan ini sudah berlangsung yang ketujuh,” ujar Rohman.

Menurutnya, rute kirab setiap tahun mengalami perubahan. Pada pelaksanaan pertama hingga keempat, peserta menempuh perjalanan sekitar 45 kilometer menuju Patuk Gebang. Kemudian pelaksanaan kelima digelar di Puncak Joho dengan jarak sekitar 16 kilometer, sedangkan tahun sebelumnya menuju Puncak Gua Pasir dengan jarak sekitar sembilan kilometer.

Untuk tahun ini, peserta akan bermalam di Desa Pojok sebelum melanjutkan perjalanan menuju Puncak Secang. Malam harinya juga akan diisi dengan kegiatan tirakatan dan berkemah sebagai bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

Pengibaran bendera Merah Putih dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan detik-detik Proklamasi sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum prosesi utama tersebut, peserta diperkirakan mulai mempersiapkan rangkaian pengibaran sejak sekitar pukul 09.00 WIB.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kirab tersebut. Ia meminta seluruh peserta menjaga ketertiban selama perjalanan, terutama karena kegiatan menggunakan jalur yang juga dilalui pengguna jalan lainnya.

“Saya mohon kepada panitia dalam rangka melaksanakan gerak bendera Merah Putih kita bersama-sama dan selalu menghormati pengguna jalan yang lain. Agar pelaksanaan kirab mendapatkan perhatian dari masyarakat Kabupaten Tulungagung,” ujar Ahmad Baharudin.

Ia juga mengajak peserta menjadikan kirab bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menumbuhkan semangat kebangsaan. Menurutnya, bendera Merah Putih yang dibawa dalam perjalanan harus menjadi simbol kecintaan terhadap Indonesia.

“Mari kita laksanakan dengan tertib dan selalu memperhatikan pengguna jalan yang lain. Agar bendera Merah Putih yang kita bawa ini selalu berkibar, bukan hanya di puncak, tetapi juga berkibar di hati nurani kita,” tegasnya.

Rohman berharap kegiatan yang telah berlangsung selama tujuh kali tersebut dapat terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali nilai perjuangan dan semangat para pendahulu bangsa.

“Harapan kami semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi pada generasi-generasi sekarang untuk tetap mencintai tanah air, mencintai NKRI, dan mempunyai semangat juang seperti pahlawan-pahlawan kita yang terdahulu,” pungkasnya.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
kemerdekaan radar tulungagung Kirab Bendera Pusaka hut ri bendera merah putih