Pupuk Nasionalisme dan Patriotisme, Warga Kedungcangkring Tulungagung Khidmat Ikuti Upacara HUT Ke-81 RI

Rinto Wahyu Hidayat • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 20:49 WIB
Prosesi pegibaran sang merah putih di upacara bendera yang dipimpin Kades Kedungcangkring, Suyadi, Senin (17/8/2026).(RINTO WAHYU/RATU)
Prosesi pegibaran sang merah putih di upacara bendera yang dipimpin Kades Kedungcangkring, Suyadi, Senin (17/8/2026).(RINTO WAHYU/RATU)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat warga Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Untuk kali kedua, pemerintah desa bersama masyarakat menggelar upacara pengibaran bendera di Lapangan Panji Laras, Senin (17/8).

Upacara dipimpin langsung Kepala Desa Kedungcangkring Suyadi sebagai inspektur upacara.

Perwira upacara dijabat Ifran, warga setempat, sedangkan komandan upacara Wigih Sudibyo dari PJT.

Pasukan pengibar bendera melibatkan sekitar 55 pelajar dan pemuda desa.

Kades Kedungcangkring, Suyadi, saat upacara peringatan HUT Ke-81 RI, Senin (17/8/2026).(RINTO WAHYU/RATU)
Kades Kedungcangkring, Suyadi, saat upacara peringatan HUT Ke-81 RI, Senin (17/8/2026).(RINTO WAHYU/RATU)

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 200 hingga 500 orang.

Kepala Desa Kedungcangkring, Suyadi mengatakan, pelaksanaan upacara menjadi bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme, persatuan, dan patriotisme di tengah masyarakat.

Persiapan dilakukan sekitar satu pekan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda agar mereka memiliki rasa nasionalisme dan sumber daya manusia yang terus maju,” katanya.

Di tengah efisiensi anggaran desa yang mencapai sekitar 60 persen, kegiatan tetap berjalan melalui kombinasi dana desa dan swadaya masyarakat.

Prosesi pegibaran sang merah putih di upacara bendera yang dipimpin Kades Kedungcangkring, Suyadi, Senin (17/8/2026).(RINTO WAHYU/RATU)
Prosesi pegibaran sang merah putih di upacara bendera yang dipimpin Kades Kedungcangkring, Suyadi, Senin (17/8/2026).(RINTO WAHYU/RATU)

Bagi Suyadi, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mengurangi makna peringatan kemerdekaan RI tahun ini.

“Yang terpenting bukan besar kecilnya anggaran, tetapi kebersamaan dan semangat warga,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Kedungcangkring menjadi salah satu desa di Kecamatan Pagerwojo yang secara konsisten menggelar upacara kemerdekaan di tingkat desa kali yang kedua.

Partisipasi datang dari berbagai unsur, mulai tokoh masyarakat, tokoh agama, sesepuh, PKK, linmas, perguruan pencak silat, guru, hingga kader posyandu.

Perwira upacara, Ifran, mengapresiasi langkah pemerintah desa yang terus bersinergi dengan masyarakat.

Prosesi pegibaran sang merah putih di upacara bendera yang dipimpin Kades Kedungcangkring, Suyadi, Senin (17/8/2026).(RINTO WAHYU/RATU)
Prosesi pegibaran sang merah putih di upacara bendera yang dipimpin Kades Kedungcangkring, Suyadi, Senin (17/8/2026).(RINTO WAHYU/RATU)

Dia berharap tradisi tersebut dipertahankan dan menjadi agenda tahunan.

Hal senada disampaikan kader posyandu, Sri Hartini.

Dia mengapresiasi pelaksanaan upacara untuk kedua kalinya dan berharap kegiatan tersebut terus dipertahankan serta semakin meriah pada tahun-tahun mendatang.

Semangat kebersamaan juga berlanjut melalui berbagai kegiatan tahunan desa, seperti olahraga voli, kesenian Tiban, lomba karaoke, pidato, hingga pengajian.

Usai upacara, suasana semakin semarak dengan pertunjukan pencak silat jurus tunggal oleh Vanesya Putri Vilda dan Elisabeth Devania, dua pelajar peraih Juara II O2SN tingkat Kabupaten Tulungagung. (rin/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
upacara pengibaran bendera hut ke-81 kemerdekaan republik indonesia pagerwojo kedungcangkring