Radar Tulungagung - Penemuan jenazah warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, di aliran Sungai Brantas, Senin (17/8/2026), menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai. Terlebih, jenazah S, 56, ditemukan tersangkut di sekitar pusaran air setelah terbawa arus.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB oleh seorang warga yang berada di atas perahu penyeberangan menuju wilayah Blitar. Saat itu, saksi melihat tubuh seseorang dalam posisi tengkurap terbawa arus dari arah timur ke barat.
Tubuh tersebut kemudian tersangkut di sekitar pusaran air. Temuan itu dilaporkan kepada perangkat Desa Pulosari dan diteruskan kepada Polsek Ngunut.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Ngunut Kompol Tri Nuartiko bersama personel Polsek Ngunut, Piket Samapta dan Piket Fungsi Polres Tulungagung, Tim DVI RSUD dr. Iskak, Tim Inafis, serta petugas Puskesmas Ngunut langsung menuju lokasi.
Proses evakuasi baru dilakukan sekitar pukul 17.45 WIB. Petugas bersama warga harus melakukan penanganan di sekitar aliran sungai untuk mengangkat jenazah dari lokasi.
Setelah berhasil dievakuasi, korban diketahui merupakan warga Desa Pulosari yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Ngunut Kompol Tri Nuartiko mengatakan, respons cepat masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kejadian tersebut. Laporan warga membuat petugas dapat segera mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi.
“Begitu menerima laporan, kami bersama tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, evakuasi, dan pemeriksaan sesuai prosedur. Kami juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu proses evakuasi sehingga penanganan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap kondisi aliran Sungai Brantas yang memiliki arus dan sejumlah titik dengan pusaran air. Aktivitas di sekitar sungai perlu dilakukan dengan kewaspadaan, terutama bagi warga yang menggunakan perahu maupun berada di tepian sungai.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di sekitar sungai. Kondisi arus dapat berubah dan sejumlah titik memiliki risiko terseret maupun terjebak pusaran.
Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan kejadian darurat di sekitar aliran sungai. Informasi yang cepat dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum kondisi menjadi semakin sulit.
“Warga juga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi darurat di sekitar aliran sungai,” pungkasnya.
Sumber : Radar Tulungagung