RADAR TULUNGAGUNG – Pengisian kepala sekolah (KS) definitif di Kabupaten Tulungagung yang belum kunjung tuntas mulai berdampak pada kenyamanan pengelolaan sekolah.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung mengakui, keberadaan kepala sekolah definitif dinilai lebih memberikan kepastian dalam menjalankan tugas dibandingkan status pelaksana tugas (Plt).
Plt Kepala Disdik Kabupaten Tulungagung Fajar Widariyanto mengatakan, secara kewenangan, kepala sekolah berstatus Plt tetap dapat menjalankan tugas sesuai ketentuan.
Namun, status definitif memberikan kenyamanan tersendiri dalam menjalankan roda sekolah.
“Kalau berdampak pasti. Kalau sudah definitif pastinya lebih nyaman. Sebetulnya kewenangannya sama, tapi mungkin lebih nyaman,” kata Fajar saat dikonfirmasi Kamis (20/8).
Baca Juga: 30 Calon Kepala Sekolah Tulungagung Sudah Masuk BKN, Pertek Ditarget Sepekan
Menurut dia, persoalan pengisian kepala sekolah definitif saat ini bukan karena Disdik tidak memiliki calon. Sebagian besar pengajuan calon kepala sekolah bahkan telah masuk dalam tahapan proses pertimbangan teknis (pertek).
Namun, proses tersebut belum seluruhnya selesai. Dari ratusan calon yang diajukan, sebanyak 49 nama belum mendapatkan pertek. Sementara sekitar 18–20 pengajuan masih terkendala sistem di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).
Di sisi lain, sekitar 29–30 nama calon kepala sekolah sudah masuk dalam aplikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Disdik berharap proses tersebut segera tuntas sehingga pengisian kepala sekolah definitif dapat segera dilakukan.
Fajar mengatakan, pihaknya sebenarnya ingin segera menyelesaikan persoalan tersebut. Sebab, pengisian KS definitif bukan hanya menyangkut perubahan status dari Plt menjadi definitif, tetapi juga berkaitan dengan penataan dan pergeseran kepala sekolah antarsekolah.
“Inginnya kita semua, bukan hanya Tulungagung, melangkah paling tidak ada progres. Bukan hanya dari Plt ke definitif, tetapi juga pergeseran dari satu sekolah ke sekolah lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Disdik Tulungagung Tak Mau Gegabah Lantik Kepala Sekolah, Khawatir Timbulkan Efek Domino
Meski demikian, Disdik tidak ingin terburu-buru melakukan pelantikan sebagian calon. Penataan kepala sekolah memiliki keterkaitan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya sehingga keputusan parsial dikhawatirkan justru menimbulkan persoalan baru.
Fajar mencontohkan, seorang kepala sekolah yang semula bertugas di SMP X dapat direncanakan bergeser ke SMP Y. Namun, posisi di SMP Y bisa berkaitan dengan calon kepala sekolah lain yang proses perteknya belum selesai.
Jika calon tersebut kemudian tidak dapat ditempatkan sesuai rencana karena terkendala ketentuan dari pemerintah pusat, penataan yang telah disusun berpotensi berubah kembali.
Karena itu, Disdik memilih menunggu seluruh proses berjalan lebih lengkap sebelum mengusulkan langkah lanjutan kepada pimpinan. Harapannya, pengisian kepala sekolah definitif nantinya dapat dilakukan sekaligus dengan penataan yang lebih matang.
“Makanya kami belum berani menyampaikan ke pimpinan untuk melangkah lebih jauh lagi atau melakukan sekarang,” tegasnya.
Editor : Vidya Sajar Fitri