RADAR TULUNGAGUNG – Potensi zakat profesi dari aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Tulungagung dinilai masih belum tergarap maksimal.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tulungagung mencatat, kepatuhan ASN untuk menyalurkan zakat melalui Baznas hingga saat ini baru sekitar 30 persen.
Ketua Baznas Tulungagung, Abdul Wachid mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam periode kepengurusan Baznas 2026-2031.
Bertepatan dengan pelantikan kepengurusan baru diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemkab Tulungagung dan stakeholder lainnya.
“Ini sebagai momentum untuk kolaborasi antara Baznas dengan pemerintah maupun stakeholder lainnya,” ujarnya saat ditemui di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Peran Zakat Produktif untuk Mengentaskan Kemiskinan
Menurut Abdul Wachid, salah satu target utama kepengurusan baru adalah meningkatkan pengumpulan zakat.
Karena itu, Baznas meminta dukungan pemerintah daerah agar ASN yang telah memenuhi nisab menunaikan zakat melalui Baznas.
Terutama zakat profesi yang merupakan bagian dari zakat mal. Dana yang terkumpul nantinya akan kembali disalurkan untuk membantu masyarakat Tulungagung.
“Kalau bisa sampai 100 persen sudah luar biasa,” imbuhnya.
Dia menyebut, pengumpulan zakat Baznas Tulungagung saat ini masih berada di kisaran Rp 5 miliar per tahun.
Padahal, potensi zakat di Tulungagung diperkirakan mencapai sekitar Rp 15 miliar. Khusus dari ASN, pengumpulan zakat disebut berada di kisaran Rp 5,5 miliar, sementara target dari Baznas pusat mencapai Rp 8 miliar.
Hingga saat ini, realisasi pengumpulan zakat baru mendekati Rp 3 miliar.
Karena itu, Baznas akan menggenjot pengumpulan hingga akhir tahun agar target yang ditetapkan dapat tercapai.
Peningkatan pengumpulan zakat tersebut juga dibarengi dengan perubahan fokus penyaluran.
Baznas tidak ingin bantuan berhenti pada pemberian dana, tetapi harus memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan penerima.
Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin Melantik Pimpinan BAZNAS Tulungagung Periode 2026-2031
“Baznas nanti lebih fokus kepada pemberdayaan, terutama untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi dari Desil 1 ke Desil 2, Desil 3,” jelasnya.
Program pemberdayaan tersebut akan dilakukan melalui bantuan permodalan, pelatihan, hingga bantuan peralatan usaha.
Salah satu model yang telah dijalankan adalah pendampingan pelaku usaha di Besuki melalui bantuan lapak, tenda, dan modal.
Konsep serupa akan dikembangkan di wilayah lain. Setiap bantuan juga akan dilakukan pendampingan dan dievaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap kondisi ekonomi penerima.
“Dari bantuan kita apakah sudah ada peningkatan atau tidak? Nanti akan kita lakukan pendampingan,” pungkasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri