RADAR TULUNGAGUNG — Ketersediaan beras di Tulungagung dipastikan dalam kondisi aman.
Perum Bulog Cabang Tulungagung mencatat serapan gabah dan beras sepanjang 2026 telah mencapai sekitar 65 ribu ton atau menembus 100 persen dari target yang ditetapkan.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Hariyadi Kurniawan mengatakan, target serapan tahun ini ditetapkan 64.600 ton.
Hingga Agustus, realisasinya justru telah mencapai sekitar 65 ribu ton.
"Jadi, kami menyerap gabah dan kami olah menjadi beras. Sekarang serapan sudah mencapai 100 persen setara beras," ujarnya.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain dari sisi kuantitas, waktu pencapaian target serapan juga berlangsung lebih cepat.
Yonas menjelaskan, pada 2025, serapan beras hingga mencapai 100 persen baru terealisasi pada September.
Sementara tahun ini, capaian tersebut sudah dituntaskan pada Agustus.
“Pada 2025, serapan beras bisa mencapai 100 persen pada bulan September. Sedangkan pada 2026, serapan beras tuntas pada Agustus ini," jelasnya.
Dengan capaian tersebut, stok beras yang dikuasai Bulog Tulungagung saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan cadangan pangan pemerintah hingga 20 bulan.
Kondisi itu sekaligus menjadi penyangga untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di masyarakat.
Yonas pun meminta masyarakat tidak panik menghadapi berbagai isu mengenai ancaman El Nino maupun kemungkinan gangguan produksi pangan.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan cadangan pangan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat mengganggu ketersediaan bahan pangan.
"Jadi, tidak perlu ada panic buying dari masyarakat, tidak perlu ada penumpukan di rumah tangga. Karena stoknya selalu tersedia," tegasnya.
Bulog, lanjut dia, juga terus memperluas penyaluran beras. Tidak hanya melalui outlet Bulog, distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan retail modern.
Bulog juga menggandeng pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai instansi dan BUMN untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan tersebut dilakukan secara masif sebagai upaya mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Tulungagung 35 Ton, Dipastikan Aman Jelang Lebaran
Keterlibatan dalam GPM kini juga semakin luas. Kementerian Koordinator Bidang Pangan turut mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan pangan murah di sejumlah daerah.
"Selain pemerintah kabupaten/kota melaksanakan GPM, TNI, Polri, GPM, Kemenko Pangan pun juga ambil bagian di daerah-daerah untuk melaksanakan GPM," ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota agar jadwal dan lokasi penyaluran dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.
Di sisi lain, Bulog Tulungagung juga telah menyiapkan kebutuhan untuk program bantuan pangan.
Penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dipastikan tetap berjalan.
"Untuk persiapan bantuan pangan juga sudah kita siapkan. SPHP akan tetap kita gelontorkan," pungkas Yonas. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri