RADAR TULUNGAGUNG - Portal pembatas ketinggian kendaraan di sejumlah titik jalur alternatif Gondang, Tulungagung, menjadi sorotan.
Pada Sabtu (22/8/2026), sejumlah portal terlihat dalam kondisi rusak dan terbuka sehingga berpotensi menjadi celah bagi kendaraan bertonase tinggi untuk kembali melintas di ruas jalan tersebut.
Padahal, portal tersebut dipasang sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas menyusul penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung.
Jalur alternatif Gondang Tulungagung diperuntukkan bagi kendaraan tertentu dan tidak boleh dilintasi truk bertonase tinggi.
Sebelumnya, petugas bahkan telah melakukan penindakan terhadap ratusan truk yang nekat menerobos jalur tersebut.
Baca Juga: Ayunkan Joran, Warga Gondang Tersengat Listrik hingga Meninggal di Waduk Wonorejo
KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Ahmad Zainudin mengatakan, keberadaan portal sejatinya merupakan salah satu upaya untuk mencegah kendaraan bertonase tinggi masuk ke jalur alternatif.
Namun, setelah dipasang, pengelolaan portal telah diserahkan kepada pemerintah desa setempat.
“Portal sudah diserahkan ke desa. Pengelolaannya tanggung jawab desa setempat. Kalau kami bidang penertibannya,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8).
Menurut dia, langkah penertiban oleh kepolisian telah dilakukan secara maksimal.
Bahkan, sejak awal penutupan jalur hingga kini sudah sekitar 200 truk yang ditindak karena nekat melintasi jalur alternatif Gondang.
“Sudah 200 truk ditindak. Banyak yang masih bandel, makanya kita pasang portal,” ujarnya.
Iptu Zainudin menegaskan, keberadaan portal bukan berarti pengawasan sepenuhnya lepas dari kepolisian.
Satlantas tetap memiliki kewenangan dalam melakukan penertiban terhadap kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas.
Namun, kondisi fisik dan operasional portal menjadi tanggung jawab pengelola di tingkat desa.
Karena itu, dia meminta warga setempat ikut peduli terhadap keberadaan portal. Terlebih jika ditemukan portal dalam kondisi rusak, terbuka, atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Nah, masalahnya itu kita sudah mengamankan maksimal. Tinggal warga setempat yang harus open (perhatian) dan peduli,” tegasnya.
Baca Juga: MATA SAKTI, Inovasi Baru SMAN 1 Gondang Tulungagung Padukan Koding dan IoT
Sebelumnya, Satlantas bersama Dinas Perhubungan Tulungagung telah memperkuat pembatasan kendaraan berat dengan memasang sejumlah portal di jalur alternatif Gondang.
Langkah tersebut dilakukan setelah masih ditemukan truk bertonase tinggi yang memanfaatkan jalur alternatif selama Jembatan Gondang 1 ditutup.
Dengan kondisi sejumlah portal yang rusak maupun terbuka, peran masyarakat dan pemerintah desa menjadi penting untuk memastikan pembatas tersebut tetap berfungsi.
Sebab, jika portal dibiarkan terbuka, upaya membatasi kendaraan berat berpotensi kembali menghadapi kendala. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri