KEDUNGWARU - Kobaran api tiba-tiba membesar di area pabrik gula merah milik Heru Sugiarto dan Sunarsih di Dusun Tapan, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Selasa 25/8 siang. Material sepah tebu yang berada di lokasi terbakar dan membuat api merembet ke bagian lain.
Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 14.16 WIB. Api disebut pertama kali membesar dari sisi timur area pabrik. Dalam waktu singkat, kobaran kemudian merembet ke arah utara. Kondisi material yang mudah terbakar membuat api harus segera ditangani agar tidak meluas ke bagian lain.
Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung sekitar pukul 14.38 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 14.42 WIB dan tiba sekitar pukul 14.49 WIB.
Kasi Operasional DPKP Kabupaten Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, kebakaran masuk dalam kategori skala sedang. Petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi api agar tidak merembet lebih jauh.
“Api tiba-tiba membesar di sebelah timur lokasi pabrik dan merembet ke sebelah utara,” kata Bambang.
Untuk menangani kebakaran tersebut, DPKP mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran. Selain itu, satu armada water supply dan satu kendaraan PU turut diterjunkan untuk mendukung proses pemadaman.
Petugas harus memastikan titik-titik api benar-benar padam karena material sepah tebu berpotensi menyimpan bara. Setelah api berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pembasahan untuk mencegah munculnya api kembali.
Sejak tiba di lokasi hingga memastikan kondisi benar-benar aman. Petugas membutuhkan waktu hampir lima jam untuk memadamkan dan pembasahan baru dinyatakan selesai sekitar pukul 19.15 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara kerusakan tercatat pada bangunan atau area penyimpanan sepah tebu. Berdasarkan keterangan pemilik, kerugian material akibat kebakaran ditaksir sekitar Rp10 juta.
Hingga proses penanganan selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan kondisi lokasi setelah kebakaran terjadi.
Pemadaman juga melibatkan berbagai unsur, di antaranya Koramil dan Polsek Kedungwaru, Tim Inafis, PLN, relawan, serta unsur DPKP. Keterlibatan lintas instansi diperlukan untuk memastikan pemadaman berjalan aman, terlebih lokasi merupakan area usaha dengan material yang mudah terbakar.
Kebakaran tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi pemilik usaha untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap tumpukan material sisa produksi yang mudah terbakar. (bac)
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung