Anugerah Guru Prima 2026 PGRI Tulungagung, Kembangkan Metode Pembelajaran, Terbaik Melaju ke Jatim

Rinto Wahyu Hidayat • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:58 WIB
Foto bersama Ketua dan Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jatim didampingi Ketua Umum PGRI Tulungagung dan perwakilan Dinas Pendidikan Tulungagung di ajang Anugerah Guru Prima 2026.
Foto bersama Ketua dan Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jatim didampingi Ketua Umum PGRI Tulungagung dan perwakilan Dinas Pendidikan Tulungagung di ajang Anugerah Guru Prima 2026.

RADAR TULUNGAGUNG - Sebanyak 62 guru dari 19 kecamatan bersaing dalam ajang Anugerah Guru Prima (AGP) 2026 yang digelar PGRI Kabupaten Tulungagung, Rabu (26/8).

Mereka memamerkan praktik terbaik dan inovasi pembelajaran untuk memperebutkan gelar guru terbaik tingkat kabupaten.

Dari puluhan peserta tersebut, enam kontestan terbaik dari masing-masing jenjang, TK, SD, SMP/MTs, SMA sederajat akan melaju ke tahap seleksi wawancara.

Suasana kantor PGRI Kabupaten Tulungagung tampak meriah dibanding biasanya.

Ternyata di lokasi yang berada di Jalan Raya Boyolangu ini sedang menggelar AGP 2026.

Kandidat perwakilan guru peraih juara 1 jenjang SDN, Nanik Dwi Rahayu SPd, dari SD Negeri 1 Aryojeding Cabang Rejotangan, menerima piala penghargaan langsung dari Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung Muhadi SPd MPd, di acara Anugerah Guru Prima 2026 Tulungagung, Rabu (26/8).
Kandidat perwakilan guru peraih juara 1 jenjang SDN, Nanik Dwi Rahayu SPd, dari SD Negeri 1 Aryojeding Cabang Rejotangan, menerima piala penghargaan langsung dari Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung Muhadi SPd MPd, di acara Anugerah Guru Prima 2026 Tulungagung, Rabu (26/8).

Kompetisi ini menjadi bagian dari agenda tahunan PGRI Tulungagung yang telah digelar selama enam tahun terakhir sebagai wadah apresiasi sekaligus pengembangan profesionalitas guru.

Acara ini turut dihadiri Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jawa Timur Drs. Edy Wuryanto, M.Pd., M.M. dan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung diwakili Kabid SMPN, Uun Sancahya. Tidak ketinggalan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Tulungagung-Trenggalek Dian Pemilu Sari, S.H., M.M. serta Kepala Kementerian Agama Tulungagung H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I.

Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Djoko Adi Walujo, S.T., M.M., DBA., mengapresiasi penyelenggaraan AGP Tulungagung. Menurutnya, kualitas kegiatan tersebut sudah layak bersaing di level yang lebih tinggi.

“Saya underestimate bahwa ini spektakuler. Levelnya tidak pantas tingkat kabupaten. Ini sudah provinsi, nasional, bahkan kalau bisa regional Asia,” ujar Djoko.

Keluarga besar PGRI Tulungagung bersama Ketua dan Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jawa Timur foto bersama dalam acara Anugerah Guru Prima 2026 Tulungagung.
Keluarga besar PGRI Tulungagung bersama Ketua dan Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jawa Timur foto bersama dalam acara Anugerah Guru Prima 2026 Tulungagung.

Dia menilai AGP bukan sekadar ajang penghargaan.

Kompetisi tersebut harus menjadi pemicu guru untuk terus berinovasi dan meningkatkan profesionalitas di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat.

“Harapannya ini harus jadi legacy. Setiap tahun harus ada. Di tingkat Jawa Timur nanti juga akan ada AGP tingkat provinsi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung, Muhadi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, AGP menjadi ruang bagi guru menunjukkan best practice yang telah diterapkan dalam proses pembelajaran.

Seleksi sebelumnya dilakukan di tingkat kecamatan dengan peserta terbaik dari jenjang TK, SD, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA.

Foto bersama Ketua dan Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jatim didampingi Ketua Umum PGRI Tulungagung dan perwakilan Dinas Pendidikan Tulungagung di ajang Anugerah Guru Prima 2026.
Foto bersama Ketua dan Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jatim didampingi Ketua Umum PGRI Tulungagung dan perwakilan Dinas Pendidikan Tulungagung di ajang Anugerah Guru Prima 2026.

“Setiap kecamatan mengirimkan guru terbaik dari masing-masing jenjang. Di tingkat kabupaten, mereka mempresentasikan sekaligus memamerkan inovasi pembelajaran yang sudah diterapkan,” terangnya.

Penilaian dilakukan tim juri independen dari unsur kabupaten, provinsi, hingga luar daerah.

Kreativitas, kebaruan, serta manfaat nyata inovasi terhadap pembelajaran menjadi sejumlah indikator yang diperhatikan.

“Karya itu harus update, memenuhi standar kreativitas, dan memiliki kemanfaatan dalam proses pembelajaran. Jadi, best practice yang dilakukan guru dalam pembelajaran dirangkum menjadi sebuah karya dan dilombakan,” imbuhnya.

Jumlah peserta tahun ini juga meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Tahun lalu AGP diikuti sekitar 54 guru, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 62 peserta yang berasal dari 19 kecamatan.

Ketua PGRI Provinsi Jatim didampingi Ketua PGRI Tulungagung melihat hasil karya inovasi pembelajaran berbasis digital yang ditampilkan oleh para kandidat perwakilan guru dari masing-masing kecamatan.
Ketua PGRI Provinsi Jatim didampingi Ketua PGRI Tulungagung melihat hasil karya inovasi pembelajaran berbasis digital yang ditampilkan oleh para kandidat perwakilan guru dari masing-masing kecamatan.

Menurut Muhadi, peningkatan peserta menunjukkan semakin kuatnya respons guru terhadap program tersebut.

Sosialisasi dilakukan melalui struktur organisasi PGRI mulai tingkat kabupaten, cabang, ranting, hingga lembaga pendidikan.

“Jalur komunikasi dan informasi kita secara top-down sudah berjalan bagus. Di samping itu, informasi juga disampaikan melalui media-media online yang dimiliki PGRI,” katanya.

PGRI juga menekankan independensi juri untuk menjaga objektivitas hasil kompetisi.

Tidak boleh ada intervensi berdasarkan hubungan pribadi maupun kedekatan dengan peserta.

“Kejujuran itu harga mati. Tidak boleh ada unsur pribadi atau kolega tertentu. Karena itu, kita menggunakan juri independen,” tegasnya.

Pemenang AGP Tulungagung nantinya tidak berhenti di tingkat kabupaten.

Juara akan dipersiapkan mengikuti kompetisi tingkat Jawa Timur.

PGRI bahkan telah menyiapkan tim pembinaan khusus untuk mendampingi pemenang menghadapi tahapan berikutnya.

“Ketika pemenang sudah ditetapkan, kita sudah memiliki tim khusus untuk melakukan pembinaan sampai tingkat provinsi. Ketika di provinsi juara satu, pembinaan juga terus dilakukan untuk menghadapi tingkat nasional,” paparnya.

Konsistensi pembinaan tersebut telah membuahkan hasil.

Perwakilan guru Cabang Boyolangu berhasil sabet juara 1 jenjang SMP sederajat di ajang Anugerah Guru Prima 2026 Tulungagung.
Perwakilan guru Cabang Boyolangu berhasil sabet juara 1 jenjang SMP sederajat di ajang Anugerah Guru Prima 2026 Tulungagung.

Perwakilan Tulungagung beberapa kali berhasil menembus kompetisi tingkat nasional, bahkan pernah meraih juara pertama nasional.

Muhadi berharap AGP tidak berhenti sebagai kompetisi mencari juara.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mendorong guru mengembangkan metode pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan era digital.

“Jadikan AGP sebagai pemicu dan pemacu semangat untuk meningkatkan profesionalitas guru,” pungkas Muhadi.

Selain AGP, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan perangkat kelengkapan organisasi PGRI Kabupaten Tulungagung, termasuk Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKPH).

Lembaga tersebut disiapkan memberikan konsultasi dan pendampingan hukum bagi sekitar 15 ribu anggota PGRI Tulungagung.

Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur didampingi Ketua PGRI Tulungagung saat melihat hasil karya inovasi pembelajaran berbasis digital dari salah satu stan kontestan di ajang Anugerah Guru Prima 2026.
Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur didampingi Ketua PGRI Tulungagung saat melihat hasil karya inovasi pembelajaran berbasis digital dari salah satu stan kontestan di ajang Anugerah Guru Prima 2026.

PGRI Tulungagung juga memiliki Koperasi Konsumen PGRI yang telah dilengkapi akta pendirian dan legalitas resmi.

Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penopang kemandirian organisasi. 

Berdasarkan hasil penilaian portofolio, presentasi karya inovasi pembelajaran berbasis digital, serta sesi tanya jawab yang dilakukan secara objektif dan independen, akhirnya didapat juara 1 di masing-masing jenjang.

Yakni, jenjang TK diraih Achmad Toyib, S.Pd., Gr. dari TK Darma Wanita Geger 1 Cabang Sendang, jenjang SD disabet Nanik Dwi Rahayu, S.Pd. dari SD Negeri 1 Aryojeding Cabang Rejotangan, jenjang SMP/MTs direbut Nila Ayati Nuzula, S.Pd. dari MTsN 1 Tulungagung Cabang Boyolangu, dan jenjang SMA sederajat oleh Ayu Surya Agustin, S.Pd. dari SMAN 1 Gondang Cabang Gondang. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
pgri kabupaten tulungagung anugerah guru prima inovasi dinas pendidikan