Plt Bupati Hadiri Pameran Marmer-Batik, Tulungagung Bidik Pasar Dan Investasi di AOE 2026

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin berfoto bersama beberapa pimpinan OPD di AOE 2026. (PROKOPIM)
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin berfoto bersama beberapa pimpinan OPD di AOE 2026. (PROKOPIM)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Batu marmer, batik hingga produk olahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kabupaten Tulungagung dibawa ke panggung nasional. Pemkab Tulungagung memamerkan beragam produk unggulan tersebut dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

 

Keikutsertaan itu tak sekadar menjadi ajang pamer produk lokal. Pemkab Tulungagung membidik perluasan pasar sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi bagi pelaku usaha daerah.

 

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, didampingi Ketua Plt Dekranasda Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, menghadiri pembukaan AOE 2026, Kamis (27/8). Expo nasional tersebut dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya.

 

Mengusung tema “Menjelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas”, AOE menjadi ruang bagi pemerintah kabupaten untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pasar yang lebih luas. Selain pameran, agenda juga diisi business matching, fashion show Wastra Nusantara, serta kegiatan perdagangan, pariwisata, investasi, dan pengadaan.

 

Di stan Tulungagung, sejumlah produk unggulan daerah ditampilkan. Di antaranya kerajinan batu marmer, Batik Warajuang, kopi, aneka camilan khas, hingga produk petik buah belimbing.

 

Ahmad Baharudin mengatakan, keikutsertaan Tulungagung menjadi momentum untuk memperkuat branding daerah. Sekaligus mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

 

“Kami ingin produk IKM dan UMKM Tulungagung dikenal lebih luas, diminati pasar, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya menegaskan, keberhasilan expo tidak cukup hanya diukur dari ramainya pengunjung maupun transaksi selama pameran. Menurut dia, hasil utama yang harus dikejar adalah investasi dan dampak ekonomi yang benar-benar dirasakan daerah.

 

“Keberhasilan harus diukur dari investasi yang benar-benar terealisasi serta dampak nyata bagi perekonomian daerah,” tegasnya.

 

AOE 2026 berlangsung pada 27–29 Agustus di Hall 3 dan 3A ICE BSD, Tangerang. Pameran tersebut mempertemukan berbagai potensi komoditas daerah dengan pelaku usaha, investor, dan calon mitra dari berbagai wilayah

Editor : Sandy Sri Yuwana
plt bupati tulungagung plt bupati ahmad baharudin AOE 2026 tulungagung