Radar Tulungagung - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menargetkan perbaikan Dam Pacar yang ambrol dapat rampung pekan ini. Perbaikan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah penanganan darurat disiapkan untuk menjaga tambahan debit air menuju saluran sekunder Lodoyo.
Kasatker Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Brantas, Yuda Tantra, mengatakan proses perbaikan Dam Pacar tengah disiapkan agar aliran tambahan dari Sungai Kalidawir dapat kembali berjalan melalui sistem semula.
“Untuk penyelesaiannya, kami rencanakan minggu ini sudah selesai. Harapannya setelah itu air sudah bisa kembali masuk dan mengalir ke saluran,” ujarnya.
Dam Pacar sendiri tidak berfungsi sebagai sumber utama pengairan. Bangunan tersebut berperan sebagai suplesi, yakni menambahkan debit air dari Sungai Kalidawir menuju saluran sekunder Lodoyo.
“Sebetulnya Dam Pacar itu hanya berfungsi sebagai suplesi, yaitu menambahkan debit air dari Sungai Kalidawir menuju saluran sekunder Lodoyo,” jelas Yuda.
Menurutnya, tambahan debit tersebut tetap memiliki peran dalam menjaga pasokan air ke wilayah hilir. Terlebih saat musim kemarau, ketika ketersediaan air dari sumber utama perlu dikelola secara efisien.
Tambahan debit dari Sungai Kalidawir dapat membantu mengurangi penggunaan air dari Bendungan Wlingi. Dengan begitu, kebutuhan air di wilayah hilir diharapkan tetap dapat dipenuhi meski kondisi debit mulai menurun.
“Dengan adanya tambahan debit dari Sungai Kalidawir, meskipun sedikit, harapannya air tetap bisa sampai ke wilayah hilir dan mengairi sawah,” katanya.
Jaringan Sekunder Lodoyo yang mendapat tambahan debit tersebut mencakup sekitar 925 hektare lahan pertanian. Cakupan tersebut merupakan luas lahan pada jaringan Sekunder Lodoyo setelah memperoleh tambahan debit, bukan keseluruhan lahan yang dilayani Dam Pacar.
Sembari menunggu perbaikan selesai, BBWS Brantas menyiapkan penanganan sementara menggunakan Jumbo bag. Upaya tersebut dilakukan untuk mempertahankan aliran tambahan agar tetap bisa masuk menuju saluran sekunder Lodoyo.
Dari sisi pertanian, kondisi pascaambrolnya Dam Pacar masih dinilai relatif terkendali. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian Tulungagung, Pujiono, mengatakan sebagian besar tanaman saat ini memasuki musim palawija yang kebutuhan airnya lebih rendah dibandingkan tanaman padi.
“Karena sekarang musim kemarau, sebagian besar tanaman palawija tidak terlalu banyak membutuhkan air. Jadi, dampaknya tidak terlalu signifikan,” ujarnya.
Meski demikian, Pujiono menyebut suplai air tetap perlu dijaga untuk memastikan lahan pertanian yang masih membutuhkan pengairan tidak mengalami gangguan.
“Petani untuk saat ini tidak perlu resah. BBWS sudah mengambil langkah dengan menggunakan Jumbo bag sehingga air masih tetap bisa masuk ke saluran sekunder yang menuju dua kecamatan tersebut,” pungkasnya.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung