TULUNGAGUNG – Jalanan Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Minggu (30/8), dipenuhi peserta dan penonton.
Sebanyak 42 tim ambil bagian dalam Karnaval Kemerdekaan untuk memeriahkan HUT Ke-81 Republik Indonesia.
Dengan jumlah peserta 30–100 orang per tim, barisan karnaval dimulai dari siang baru berakhir hingga dini hari.
Peserta berasal dari kelompok masyarakat tingkat RT/RW, lembaga pendidikan, hingga berbagai unsur warga.
Mereka menampilkan beragam kreativitas, mulai busana adat, kesenian, atraksi, hingga kreasi khas masing-masing kelompok.
Antusiasme warga juga terlihat dari banyaknya masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.
Kepala Desa Ringinpitu Suwito mengatakan, karnaval menjadi agenda yang paling ditunggu warga.
Apalagi, kegiatan tersebut hanya digelar dua tahun sekali.
“Antusiasme warga sangat tinggi. Bahkan masyarakat sendiri yang meminta agar tahun ini kembali dilaksanakan karnaval,” ujarnya.
Karnaval ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Merayakan Kemerdekaan, Membangun Desa Ringinpitu yang Maju dan Sejahtera.”
Peserta berangkat dari kawasan Sekolah Noble, melintasi sejumlah ruas desa, kemudian finis di kawasan pertigaan/toko bangunan Wahyu.
Padatnya peserta dan penonton membuat panitia berkoordinasi dengan Polsek Kedungwaru untuk mengatur keamanan dan kelancaran kegiatan.
Pengaturan barisan peserta, arus warga, hingga penggunaan sound system menjadi perhatian agar karnaval tetap meriah tanpa mengganggu lingkungan sekitar.
Kemeriahan HUT RI di Ringinpitu tidak hanya berlangsung di jalur karnaval.
Warga di lingkungan masing-masing juga menggelar jalan sehat, pertunjukan kesenian, dan kegiatan lainnya.
Suwito berharap tingginya partisipasi warga dapat terus dipertahankan.
“Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga. Ke depan, karnaval bisa dibuat semakin meriah, termasuk menghadirkan kembali hiburan dan kesenian tempo dulu agar generasi sekarang mengenal budaya yang pernah hidup di masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PHBN Desa Ringinpitu, Feri Fardianto menambahkan, dari 42 tim yang ikut serta, 6 di antaranya berasal dari lembaga pendidikan.
Sisanya merupakan kelompok masyarakat dari lingkungan RT.
Hampir seribu warga dan masyarakat sekitar diperkirakan ikut meramaikan kegiatan tersebut.
“Untuk tahun ini tidak ada penilaian atau perlombaan. Konsepnya murni hiburan masyarakat. Kami ingin seluruh warga bisa menikmati dan ikut merasakan kemeriahan karnaval,” kata Feri. (rin/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri