Pawai Budaya Meriahkan Puncak PHBN Desa Penjor Tulungagung 2026, Lebih 20 RT Tampilkan Kreasi

Rinto Wahyu Hidayat • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 12:19 WIB
Salah satu peserta pawai budaya Desa Penjor menampilkan kreasi seni dan budaya.
Salah satu peserta pawai budaya Desa Penjor menampilkan kreasi seni dan budaya.

 

TULUNGAGUNG — Jalan lingkar Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Minggu (30/8), dipenuhi warga.

Lebih dari 20 RT ambil bagian dalam Pawai Budaya dan Pembangunan Desa Penjor yang menjadi agenda utama hari terakhir rangkaian Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Setiap RT menampilkan kreasi seni dan budaya sekaligus menggambarkan perjalanan pembangunan desa.

Pawai yang rutin digelar sejak 2007 tersebut diberangkatkan dari Kantor Desa Penjor, melewati panggung kehormatan di kawasan Tumpak Salam, kemudian berakhir di SMPN 3 Pagerwojo.

Beragam atraksi ditampilkan sepanjang rute. Salah satu yang mencuri perhatian yakni penampilan Patih Gajah Mada yang membawa pesan perjuangan, persatuan, gotong royong, dan pengabdian dalam membangun desa.

Kepala Desa Penjor, Tarno mengatakan, pawai menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus memperkuat kebersamaan.

Kepala desa saat membuka kegiatan pawai budaya Desa Penjor.
Kepala desa saat membuka kegiatan pawai budaya Desa Penjor.

Kepanitiaan dibentuk melalui musyawarah desa dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, warga, dan Karang Taruna.

“Tema budaya dan pembangunan ini menggambarkan perjalanan Desa Penjor dari tahun ke tahun. Pembangunan terus berjalan, tetapi budaya dan gotong royong masyarakat tetap kami pertahankan,” ujar Tarno.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pagerwojo Wahyu Yuniarko SE MAP beserta ibu, jajaran Forkopimcam Pagerwojo, unsur BPD dan LPM Desa Penjor, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat Desa Penjor beserta keluarga, serta unsur masyarakat lainnya.

Camat Pagerwojo Wahyu Yuniarko mengapresiasi antusiasme warga yang terus menjaga tradisi pawai sekaligus mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan positif.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat.

Salah satu peserta pawai budaya Desa Penjor menampilkan kreasi seni dan budaya.
Salah satu peserta pawai budaya Desa Penjor menampilkan kreasi seni dan budaya.

“Harapannya, kegiatan ini bisa mempererat hubungan antarwarga, menumbuhkan toleransi, semangat perjuangan, semangat membangun desa, dan memperkuat kekeluargaan,” katanya.

Wahyu juga menilai kekompakan warga menjadi modal penting dalam menyukseskan berbagai kegiatan desa.

Kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda menunjukkan bahwa kegiatan kemasyarakatan dapat berjalan ketika seluruh unsur bergerak bersama.

“Alhamdulillah, masyarakat selalu bahu-membahu dan memberikan dukungan terbaik untuk setiap kegiatan yang diselenggarakan desa. Ini bentuk kolaborasi positif antara pemerintah desa dan masyarakat,” ujarnya.

Untuk memastikan pawai berlangsung aman, pengamanan melibatkan personel Polsek dan Koramil.

Tim Reaksi Cepat (TRC) medis dari puskesmas wilayah Kecamatan Pagerwojo juga disiagakan di lokasi kegiatan.

Kemeriahan tidak berhenti setelah pawai. Malam harinya, rangkaian PHBN dilanjutkan di Lapangan SMPN 3 Pagerwojo sebagai malam puncak.

Warga terlebih dahulu disuguhi Expo Makan Gratis yang tahun ini memasuki pelaksanaan kedua.

Kepala Desa Penjor beri apresiasi penyerahan hadiah lomba kebersihan lingkungan.
Kepala Desa Penjor beri apresiasi penyerahan hadiah lomba kebersihan lingkungan.

Lebih dari 20 RT membawa menu makanan masing-masing untuk dibagikan dan dinikmati warga secara gratis.

Kegiatan tersebut didukung swadaya masyarakat, dana desa, serta sponsor dari lingkungan Desa Penjor.

Puncak hiburan kemudian diisi pertunjukan Reog Ponorogo Dadak Merak Suromenggolo. Atraksi dadak merak, gerakan penari, serta iringan gamelan membuat lapangan dipadati warga dari berbagai usia.

Rangkaian PHBN ditutup dengan penyerahan hadiah bagi pemenang berbagai lomba yang telah digelar sebelumnya, di antaranya lomba penjor, senam antar-RT, dan pentas seni.

Tarno menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah kecamatan dan seluruh masyarakat.

Dia berharap tradisi tersebut tetap dipertahankan dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus melestarikan seni budaya lokal.

“Kami merasa terhibur dan bersyukur bisa menikmati kemerdekaan ini. Harapannya, warga tetap nguri-nguri dan melestarikan seni budaya yang ada di Desa Penjor agar tidak punah dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Ketika diminta menggambarkan kekompakan warga Desa Penjor dalam satu kata, “Penjor luar biasa,” tegas Tarno. (rin/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
penjor hut ke-81 kemerdekaan RI PHBN