Sekolah Rakyat Tulungagung Tetap Dibangun, Desain Diubah karena Jalur Sutet

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 10:09 WIB
Jalur sutet melintas di area lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung. Desain dan tata ruang bangunan bakal disesuaikan untuk keselamatan, sementara konstruksi fisik ditargetkan dimulai Oktober 2026.(SANDY YUWANA/RATU)
Jalur sutet melintas di area lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung. Desain dan tata ruang bangunan bakal disesuaikan untuk keselamatan, sementara konstruksi fisik ditargetkan dimulai Oktober 2026.(SANDY YUWANA/RATU)

TULUNGAGUNG - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, tetap dilanjutkan meski sebagian lahan berada di bawah lintasan saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet). Keberadaan jaringan listrik tersebut membuat desain bangunan harus disesuaikan dengan ketentuan keselamatan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengatakan, jalur sutet telah menjadi perhatian sejak tahap persiapan pembangunan. Namun, kondisi tersebut tidak sampai membuat proyek dihentikan.

“Pembangunan tetap berjalan, tetapi dengan penyesuaian desain akibat dilintasi jalur sutet,” katanya, Selasa (2/9).

Penyesuaian desain dilakukan setelah PLN Madiun meninjau langsung lokasi pembangunan. Dari hasil peninjauan tersebut, jaringan sutet tidak direkomendasikan untuk dipindahkan.

Pemindahan jaringan dinilai membutuhkan proses panjang. Bahkan, waktunya diperkirakan mencapai dua tahun. Jika opsi tersebut dipilih, pembangunan SR berpotensi ikut tertunda.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Tulungagung Kurangi Rombel SD, Orang Tua Masih Ragu Anak Kelas 1 Tinggal di Asrama

Karena itu, Pemkab Tulungagung memilih menyesuaikan pemanfaatan lahan yang berada di bawah lintasan sutet. Area tersebut lebih diarahkan untuk fasilitas yang tidak membutuhkan bangunan tinggi.

“Proses pemindahan jalur sutet memakan waktu hingga dua tahun. Bisa juga lokasi di bawah jalur sutet itu dipakai untuk fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga, IPAL, dan dapur,” ungkap Reni.

Pemanfaatan area di bawah jaringan listrik tersebut akan disesuaikan dengan aspek keselamatan. Jika nantinya terdapat bangunan yang tetap berada di area tersebut, ketinggiannya dibatasi maksimal dua lantai. Jarak aman lima meter dari kabel sutet juga harus tetap diperhatikan.

Sementara itu, bangunan utama Sekolah Rakyat dirancang lebih tinggi, yakni tiga hingga empat lantai. Gedung utama tersebut akan ditempatkan di sisi selatan lahan yang tidak dilintasi jaringan sutet.

“Yang di bawah sutet akan disesuaikan pemanfaatannya. Bangunan utama diarahkan ke sisi selatan agar tidak mengganggu jaringan dan tetap memenuhi aspek keselamatan,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Siapkan Lahan 5,2 Hektare, Kawasan Jepun Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat

Skema tersebut membuat pembangunan tetap bisa berjalan tanpa harus menunggu pemindahan jaringan listrik. Penataan fungsi lahan menjadi solusi agar kebutuhan pembangunan SR dapat disesuaikan dengan kondisi di lokasi.

Pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Desa Ringinpitu ditargetkan mulai Oktober 2026. Pelaksanaan pembangunan berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Di tengah persiapan pembangunan fisik, proses pendataan calon peserta didik juga terus berjalan. Sekolah Rakyat tersebut diproyeksikan menampung antara 1.000 hingga 2.000 siswa.

Prioritas peserta didik diberikan kepada anak dari keluarga desil 1 dan 2 serta anak putus sekolah. Berdasarkan pendataan awal, sekitar 700 calon siswa telah masuk dalam daftar.

Baca Juga: Sekolah Rakyat masuk tahap Verifikasi,Hasil Survei KemenPU Jadi Penentu Kelayakan Lahan

Dengan kapasitas tersebut, penataan lahan menjadi bagian penting dalam persiapan pembangunan. Keberadaan lintasan sutet membuat tidak seluruh area dapat diperlakukan sama. Sebagian lahan perlu diarahkan untuk fungsi yang sesuai dengan ketentuan keselamatan jaringan listrik.

Pemkab Tulungagung pun memilih tidak memaksakan area di bawah sutet menjadi lokasi bangunan utama. Sebaliknya, pemanfaatannya disesuaikan untuk fasilitas pendukung, sedangkan gedung utama ditempatkan di area yang tidak dilintasi jaringan tegangan tinggi.

Langkah tersebut memungkinkan pembangunan Sekolah Rakyat tetap dilanjutkan tanpa menunggu proses pemindahan sutet yang membutuhkan waktu cukup panjang. Di sisi lain, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan desain dan fungsi setiap bagian lahan.

Dengan penyesuaian tersebut, pembangunan SR di Ringinpitu tetap diarahkan berjalan sesuai rencana. Tantangan keberadaan jalur sutet tidak menghentikan proyek, tetapi menjadi pertimbangan utama dalam penataan desain bangunan dan pemanfaatan lahan.(sri)

Editor : Vidya Sajar Fitri
sutet tulungagungdesa ringinpitu Sekolah Rakyat sekolah rakyat tulungagung dinsos tulungagung