
TULUNGAGUNG - MTQ Tulungagung yang digelar 4–6 September bukan sekadar ajang adu kemampuan peserta antarkecamatan.
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten tersebut menjadi tahapan seleksi untuk menjaring calon kafilah yang diproyeksikan mewakili Tulungagung pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur 2027.
Kabag Kesra Pemkab Tulungagung Makrus Manan mengatakan, kemampuan peserta menjadi pertimbangan utama dalam proses penjaringan.
Pemkab tidak ingin mengirim peserta ke tingkat provinsi hanya berdasarkan status juara di tingkat kabupaten.
Sebaliknya, peserta yang masuk proyeksi kafilah harus memiliki kemampuan dan potensi yang dinilai mampu bersaing di tingkat Jawa Timur.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Buka MTQ Ke-32, Jadi Ajang Cetak Generasi Qurani
“Ini kita laksanakan untuk menjaring calon-calon kafilah yang akan dikirim di MTQ tingkat provinsi pada 2027,” ujarnya.
Pelaksanaan MTQ Tulungagung berlangsung di GOR Lembu Peteng dan sejumlah venue lainnya. Peserta berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tulungagung.
Dari kompetisi tersebut, peserta terbaik akan dipetakan untuk kemudian dipersiapkan menghadapi persaingan pada MTQ Jatim 2027.
Proses tersebut dilakukan agar kafilah yang nantinya dikirim benar-benar sesuai dengan standar yang dibutuhkan di tingkat provinsi.
“Kita tidak mau memaksakan kafilah. Kita lihat kemampuan dan potensinya. Ketika standar itu muncul, mereka bisa kita kirim ke provinsi,” tegas Makrus.
Menurut Makrus, penjaringan melalui MTQ tingkat kabupaten penting karena persaingan di tingkat provinsi lebih ketat. Karena itu, hasil perlombaan tidak berhenti pada penetapan juara setiap cabang.
Kemampuan para peserta akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan siapa saja yang berpeluang masuk proyeksi kafilah Tulungagung.
Dengan pola tersebut, peserta yang memiliki kemampuan terbaik tetap memiliki kesempatan dipersiapkan untuk mewakili daerah.
Di sisi lain, Tulungagung juga mulai mempersiapkan diri sebagai salah satu tuan rumah MTQ Jatim 2027. Pemkab telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim untuk membahas berbagai kebutuhan penyelenggaraan, termasuk kesiapan venue dan teknis pelaksanaan.
Makrus menyebut sedikitnya 13 venue diproyeksikan digunakan untuk 13 cabang perlombaan. Sejumlah lokasi yang disiapkan antara lain fasilitas di lingkungan UIN, Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Masjid Al-Munawar, serta GOR Lembu Peteng.
Penentuan lokasi untuk masing-masing cabang masih akan dikomunikasikan dengan Pemprov Jatim. Pemkab akan menyesuaikan venue dengan kebutuhan setiap cabang perlombaan.
“Venue-venue itu akan kita komunikasikan dengan provinsi, mana yang paling tepat,” katanya.
Selain mempersiapkan venue, Pemkab Tulungagung juga berencana membentuk panitia tingkat kabupaten pada tahun ini. Persiapan turut mencakup sayembara maskot MTQ Jatim 2027.
Dua posisi sekaligus sebagai tuan rumah dan peserta membuat Tulungagung memiliki pekerjaan yang berjalan beriringan.
Di satu sisi, daerah harus memastikan kesiapan penyelenggaraan. Di sisi lain, kualitas kafilah juga perlu dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi tingkat Jawa Timur.
Makrus berharap proses penjaringan melalui MTQ kabupaten dapat menghasilkan kafilah yang memiliki kemampuan untuk bersaing ketika tampil di tingkat provinsi.
“Kita berusaha semaksimal mungkin. Insyaallah kafilah-kafilah dari Tulungagung yang kita kirim bisa bersaing di tingkat provinsi,” tandasnya.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri