Bukan Sekadar Melindungi! BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung Gaspol Beri Layanan Proaktif  

Armi Hardjo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:05 WIB
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung memberikan souvenir kepada peserta di Hari Pelanggan.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung memberikan souvenir kepada peserta di Hari Pelanggan.

TULUNGAGUNG – Peringatan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September 2026, menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung untuk semakin memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Tak hanya cepat dan responsif, pelayanan juga diarahkan agar mampu memberikan nilai tambah sekaligus memberdayakan pekerja secara berkelanjutan.

Mengusung tema “Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan”, BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung menegaskan bahwa kehadiran jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti ketika peserta membutuhkan manfaat akibat risiko kerja.

Sebaliknya, BPJS Ketenagakerjaan berupaya hadir sejak sebelum risiko terjadi melalui edukasi, pendampingan, serta kemudahan akses layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan peserta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung, Anif Mubasyir, mengatakan Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjadikan peserta sebagai bagian utama dalam setiap proses pelayanan.

“Bagi kami, pelanggan bukan hanya seseorang yang datang untuk mendapatkan pelayanan. Peserta adalah mitra yang harus kami dengarkan, kami pahami kebutuhannya, dan kami dampingi secara berkelanjutan. Karena itu, kami ingin bergerak lebih proaktif, bukan hanya menunggu peserta datang ketika membutuhkan,” ujar Anif.

Menurut Anif, tantangan pelayanan saat ini bukan semata bagaimana menyelesaikan kebutuhan peserta dengan cepat. Lebih dari itu, pelayanan harus mampu menciptakan pengalaman yang memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus membangun kepercayaan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung beserta seluruh karyawan siap melayani peserta.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung beserta seluruh karyawan siap melayani peserta.

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung terus mendorong transformasi pelayanan melalui pemanfaatan teknologi, optimalisasi berbagai kanal layanan, serta peningkatan kualitas interaksi antara petugas dan peserta.

“Kecepatan memang penting, tetapi bagi kami pelayanan yang baik juga harus memiliki empati. Peserta harus merasa didengar dan mendapatkan solusi. Inilah yang kami maknai sebagai pelayanan yang proaktif,” jelasnya.

Tak Sekadar Memberikan Perlindungan

Anif menambahkan, jaminan sosial ketenagakerjaan pada dasarnya merupakan bentuk perlindungan pekerja dari berbagai risiko sosial ekonomi. Namun, manfaat tersebut akan semakin optimal apabila diiringi dengan peningkatan literasi dan kesadaran pekerja mengenai pentingnya jaminan sosial.

Pekerja, lanjutnya, perlu memahami bahwa jaminan sosial bukan sekadar program yang dimanfaatkan ketika terjadi kecelakaan kerja, meninggal dunia, memasuki usia pensiun, maupun kehilangan pekerjaan.

Jaminan sosial juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi pekerja dan keluarganya.

“Kami ingin kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dirasakan jauh sebelum risiko itu terjadi. Edukasi dan pendampingan menjadi penting agar pekerja memahami hak dan manfaatnya. Dengan begitu, kami tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga ikut memberdayakan pekerja dan keluarganya,” kata Anif.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung membangun hubungan jangka panjang dengan peserta. Pelayanan diharapkan tidak hanya bersifat transaksional, tetapi menjadi pengalaman yang mampu menumbuhkan kepercayaan antara peserta dan BPJS Ketenagakerjaan.

Apresiasi untuk Peserta

Momentum Hari Pelanggan Nasional juga dimanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung untuk memberikan apresiasi kepada peserta yang telah mempercayakan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaannya.

Anif menyebut kepercayaan peserta menjadi modal penting dalam memperluas cakupan kepesertaan sehingga semakin banyak pekerja mendapatkan perlindungan.

“Kepercayaan peserta adalah tanggung jawab yang harus kami jawab dengan pelayanan terbaik. Kami ingin setiap peserta merasakan bahwa ketika mereka berhadapan dengan BPJS Ketenagakerjaan, mereka mendapatkan lebih dari sekadar layanan administrasi. Mereka mendapatkan kepastian, pendampingan, dan rasa aman,” tuturnya.

Selain meningkatkan kualitas layanan, BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung juga terus mendorong kolaborasi bersama perusahaan, pekerja, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder untuk memperkuat ekosistem jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas perlindungan kepada lebih banyak pekerja, termasuk pekerja sektor informal dan pekerja bukan penerima upah.

Adapun program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menutup momentum Hari Pelanggan Nasional, Anif menegaskan BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung akan terus melakukan pembenahan dengan mendengarkan kebutuhan dan suara peserta.

“Kami tidak ingin berhenti pada slogan. Semangat proaktif melayani harus diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari. Kami akan terus mendengar, memperbaiki, dan menghadirkan layanan yang semakin mudah serta memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan peserta,” pungkasnya.

Melalui semangat proaktif melayani, memberdayakan secara berkelanjutan, dan menciptakan nilai yang melampaui perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan Tulungagung berkomitmen untuk terus tumbuh bersama peserta serta menghadirkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang semakin dekat, relevan, dan bermakna bagi pekerja dan keluarganya.

Editor : Vidya Sajar Fitri
hari pelanggan nasional bpjs ketenagakerjaan