RADAR TULUNGAGUNG – Semangat memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak hanya diwujudkan melalui seremoni. Komunitas Yamaha Riding Federation Indonesia (YRFI) Jawa Timur memilih merayakannya dengan memacu kendaraan dalam Touring Kemerdekaan, Minggu (30/8).
Sebanyak 30 unit sepeda motor Yamaha ambil bagian dalam touring tersebut. Rombongan memulai perjalanan dari Monumen Peta, Blitar, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bromo Hillside sebagai titik finis.
Menariknya, perjalanan tersebut tidak hanya diikuti komunitas. Jajaran manajemen Yamaha turut turun langsung mendampingi rombongan. Chief Yamaha Madiun Kediri Roberto Pasaribu bahkan ikut riding bersama komunitas dari Blitar hingga Bromo Hillside.
Roberto mengatakan, Touring Kemerdekaan menjadi momentum untuk memperingati semangat kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan Yamaha dengan komunitas loyalnya.
"Touring kemerdekaan tahun ini kita jalankan bersama dengan komunitas loyal Yamaha dari Blitar ke Bromo dengan tujuan untuk memperingati semangat kemerdekaan RI yang ke-81 tahun," ujarnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk saling mengenal lebih dekat antara Yamaha dengan komunitas loyal Yamaha di wilayah Madiun dan Kediri.
Kebersamaan di jalan, lanjut Roberto, diharapkan tidak berhenti setelah touring berakhir. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang semakin erat antara Yamaha dan komunitas.
"Harapannya dengan kegiatan ini ke depannya Yamaha dan komunitas semakin kompak dan semakin solid," katanya.
Roberto juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas yang selama ini memberikan dukungan kepada Yamaha sekaligus menjadi konsumen loyal.
"Terima kasih atas support dari komunitas selama ini yang telah menjadi konsumen loyal dari Yamaha," pungkasnya.
Touring Kemerdekaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dapat dikemas melalui aktivitas komunitas yang positif. Selain menikmati perjalanan dan destinasi Bromo, kegiatan itu menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan antarpengguna Yamaha di Jawa Timur.
Editor : Sandy Sri Yuwana