Karhutla Tulungagung Jadi Sorotan, Dewan Dorong Edukasi Warga agar Tak Bakar Lahan

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:56 WIB
Karhutla Tulungagung menjadi sorotan DPRD. Dewan mendorong edukasi warga dan pelibatan kepala desa hingga pegiat lingkungan untuk mencegah pembakaran lahan..(ILUSTRASI AI)
Karhutla Tulungagung menjadi sorotan DPRD. Dewan mendorong edukasi warga dan pelibatan kepala desa hingga pegiat lingkungan untuk mencegah pembakaran lahan..(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Tulungagung menjadi perhatian DPRD Tulungagung. Dewan mendorong upaya pencegahan diperkuat, terutama melalui edukasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Tulungagung Asrori mengatakan, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci mencegah karhutla Tulungagung. Sebab, api yang awalnya digunakan untuk membersihkan atau mempersiapkan lahan menghadapi musim hujan dapat meluas apabila tidak diawasi.

“Kita memang tahu sudah beberapa tempat terjadi karhutla. Yang kita khawatirkan sebenarnya kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar lahannya,” ujarnya.

Menurut Asrori, api yang digunakan untuk membersihkan lahan bisa dengan cepat merambat apabila tidak ditunggu sampai benar-benar padam. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan ketika pembakaran dilakukan di kawasan yang berdekatan dengan hutan atau lahan kering.

Baca Juga: Masuk Musim Kemarau, Polsek Gondang Gencarkan Patroli Hutan Tiudan Cegah Karhutla dan Penebangan Lia

Karena itu, pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran ketika api sudah membesar. Pemerintah di tingkat kewilayahan dinilai memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Asrori menyebut kepala desa, camat, hingga perangkat daerah harus bersama-sama mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Kerja sama semua komponen, semua pihak, termasuk para pemangku wilayah, kepala desa, camat, sampai pemerintah daerah untuk kembali menyadarkan warganya. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar atau sengaja membakar wilayah hutan,” tegasnya.

Menurutnya, edukasi dan sosialisasi perlu dilakukan secara berlapis. Pesan pencegahan tidak hanya disampaikan pemerintah kabupaten, tetapi juga harus diteruskan hingga tingkat desa dan dusun.

Baca Juga: Karhutla Berau Bakar 12 Hektare, Pria Ini Jadi Tersangka Pembukaan Lahan Sawit

Selain pencegahan, kesiapsiagaan ketika kebakaran terjadi juga perlu diperkuat. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk segera memadamkan api ketika kebakaran masih berskala kecil.

Namun, apabila api sudah membesar dan sulit dikendalikan, petugas pemadam kebakaran harus segera dikerahkan. Langkah cepat diperlukan agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Kalau terjadi kebakaran, pertama masyarakat sadar untuk mematikan apinya. Kedua, apabila skalanya sudah besar tentu damkar harus kita kerahkan,” katanya.

Asrori juga mengapresiasi respons petugas pemadam kebakaran dalam menangani sejumlah kejadian karhutla di Tulungagung. Petugas disebut tetap berada di lokasi hingga api benar-benar padam.

Dia mencontohkan penanganan kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Tiudan. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan dengan sejumlah armada untuk memastikan api tidak semakin meluas.

Baca Juga: Karhutla Berau, Lahan 12 Hektare Dibakar untuk Buka Kebun Sawit, Kerugian Rp1,2 Miliar

Menurut Asrori, kerja petugas damkar di lapangan patut diapresiasi karena penanganan karhutla membutuhkan waktu dan tenaga. Terlebih, api di kawasan hutan atau lahan terbuka berpotensi kembali menyala apabila bara belum sepenuhnya padam.

“Terima kasih kita sampaikan kepada damkar yang punya prinsip tidak akan pulang sebelum api padam. Ternyata benar-benar terealisasi di lapangan,” ungkapnya.

Ke depan, Asrori menekankan edukasi dan sosialisasi harus dilakukan secara menyeluruh. Kepala dusun, kepala desa, hingga para pegiat lingkungan dinilai perlu dilibatkan dalam upaya mencegah karhutla.

“Semua wilayah jangan sampai terjadi kebakaran hutan. Edukasi dan sosialisasi kepada warga tentunya juga harus semua, termasuk dari sisi kepala dusun, kepala desa, para pencinta lingkungan. Itu harus kita kerahkan semuanya,” pungkasnya.

Upaya pencegahan tersebut dinilai penting agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi di berbagai wilayah Tulungagung. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah api muncul dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.(sri)

Editor : Vidya Sajar Fitri
karhutla tulungagung asrori kebakaran hutan dan lahan dprd tulungagung damkar tulungagung