433 Peternak Ayam Tulungagung Menunggu Jagung Subsidi, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 08:31 WIB
(ILUSTRASI AI/HENDRA)
(ILUSTRASI AI/HENDRA)

TULUNGAGUNG - Sebanyak 433 peternak ayam di Tulungagung masih menunggu kepastian penyaluran jagung subsidi dari pemerintah pusat. Meski nama mereka telah diajukan melalui asosiasi peternak, jagung belum bisa langsung diterima karena masih harus melalui sejumlah tahapan dan persetujuan.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dua tahap pengajuan. Pada tahap pertama terdapat 307 peternak, sedangkan tahap kedua sebanyak 126 peternak.

Kabid Prasarana dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung Okky Anjas Asmoro membenarkan jumlah pengajuan tersebut. Data peternak disampaikan melalui asosiasi masing-masing.

“Karena ada dua tahap pengajuan, pertama ini 307, tahap kedua ini 126. Itu total peternak yang mengajukan,” ujar Okky.

Pengajuan jagung subsidi dilakukan oleh asosiasi yang mengusulkan anggotanya untuk mendapatkan bantuan. Dalam proses tersebut, Disnakeswan Tulungagung berperan sebagai fasilitator dengan mengumpulkan dan menyampaikan data yang diajukan asosiasi kepada pemerintah pusat.

Baca Juga: Pasar Susu Mulai Pulih, Peternak Tulungagung Tak Lagi Khawatir Produksi Tak Terserap

“Program itu dari pemerintah pusat untuk subsidi jagung. Jadi, setiap asosiasi mengajukan peternaknya, anggotanya masing-masing, untuk memperoleh bantuan jagung,” jelasnya.

Posisi sebagai fasilitator membuat Disnakeswan tidak dapat memastikan kapan jagung subsidi akan diterima peternak. Penentuan penerima maupun alokasi jagung bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Okky mengatakan, dinas hanya menyampaikan data sesuai pengajuan dari asosiasi. Karena itu, kepastian penyaluran masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat.

“Kita sebagai fasilitator saja. Kita menyampaikan data mereka, mengikuti data mereka. Semua keputusan ada di pusat,” katanya.

Data pengajuan tersebut selanjutnya harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional. Setelah disetujui, barulah ada perintah penyaluran jagung sesuai alokasi yang diajukan.

Baca Juga: Curi Jagung Saat Selepan Berujung Damai, Empat Warga Gesikan Bayar Kompensasi Rp1,5 Juta dan Bantu K

“Kalau sudah disetujui Kementerian Pertanian, kemudian diajukan lagi ke Badan Pangan Nasional, nanti diperintahkan untuk memberikan bantuan jagung sesuai yang diajukan,” terangnya.

Tahapan tersebut membuat peternak yang namanya sudah masuk dalam pengajuan belum otomatis bisa mendapatkan jagung. Masih ada proses yang harus dilalui hingga bantuan siap disalurkan

Setelah alokasi jagung tersedia, proses belum langsung berakhir. Asosiasi masih harus melakukan pembayaran deposit sebelum jagung dapat diambil.

“Biasanya asosiasi membayar dulu deposit. Setelah itu baru keluar DO,” imbuhnya.

Artinya, peternak harus menunggu hingga seluruh tahapan tersebut selesai. Mulai dari pengajuan melalui asosiasi, persetujuan pemerintah pusat, penetapan alokasi, hingga pembayaran deposit sebelum jagung dapat diambil.

Baca Juga: Pertamina Buka Suara soal Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026, Benarkah Avanza hingga Xpander Tak Bisa Lagi Gunakan BBM Subsidi?

Selain itu, lokasi pengambilan jagung subsidi juga belum tentu berada di Tulungagung. Titik pengambilan mengikuti ketersediaan stok dan lokasi yang ditentukan pemerintah.

Okky menyebut, peternak atau asosiasi bisa mendapatkan titik pengambilan di wilayah lain apabila stok yang tersedia berada di daerah tersebut. Salah satu lokasi yang disebut adalah Surabaya.

“Belum tentu di sini. Kadang ada yang di blok sini, ada yang di Surabaya atau di mana. Tergantung cadangan yang disediakan dan titik pemerintah,” pungkasnya.

Dengan demikian, 433 peternak yang telah masuk dalam dua tahap pengajuan masih harus menunggu proses dari pemerintah pusat. Pengajuan tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian penyaluran jagung subsidi hingga akhirnya dapat diambil sesuai alokasi dan titik distribusi yang ditentukan.(bac)

Editor : Vidya Sajar Fitri
disnakeswan tulungagung jepang subsidi tulungagung peternak ayam tulungagung subsidi jagung peternakan ayam