RADAR TULUNGAGUNG – Perkembangan media digital yang bergerak cepat mendorong pemerintah daerah untuk terus beradaptasi. Tak cukup hanya memiliki akun media sosial, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dituntut mampu mengelolanya secara strategis agar menjadi sarana komunikasi publik yang efektif.
Semangat tersebut menjadi dasar kolaborasi Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026. Kolaborasi diwujudkan melalui Pelatihan Optimalisasi Pemanfaatan Media Digital Perangkat Daerah Kabupaten Tulungagung di Ruang Prajamukti, Senin (14/9).
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 75 perwakilan OPD Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan program juga menggandeng Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tulungagung.
Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UB Azizun Kurnia Ilahi, S.I.Kom., M.A., mengatakan perkembangan media digital berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus memiliki kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan pola komunikasi masyarakat.
“Media sosial berkembang luar biasa cepat. Kita tidak pernah tahu bagaimana media sosial bisa mendukung kita atau bahkan menjadi alat yang sangat penting,” ujarnya.
Menurut Azizun, keberadaan akun media sosial saja belum cukup bagi sebuah OPD. Kanal digital pemerintah harus dikelola dengan perencanaan dan strategi yang tepat sehingga mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Karakteristik masyarakat yang semakin dekat dengan media digital juga membuat pemerintah perlu memahami bagaimana informasi dikemas dan disampaikan. Konten pelayanan publik harus dibuat informatif, mudah dipahami, menarik, sekaligus tetap memperhatikan akurasi dan etika komunikasi.
“Jangan pernah berhenti belajar, karena dunia akan meninggalkan manusia yang berhenti belajar,” tegasnya.
Melalui Program DOKAR 2026, Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UB tidak hanya menghadirkan perspektif akademik, tetapi juga pengalaman praktis dalam produksi konten digital. Materi pelatihan disampaikan Azizun Kurnia Ilahi dan dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB Nilam Wardasari, S.I.Kom., M.I.Kom., serta Boby Rachma Asmara selaku konten kreator digital sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UB.
Materi yang diberikan mencakup keterbukaan informasi publik dan strategi public relations writing, pengelolaan serta strategi media digital government, hingga pembuatan konten visual dan infografis pelayanan publik.
Peserta tidak hanya menerima pemaparan materi. Pelatihan juga dikemas melalui diskusi, studi kasus, demonstrasi, serta praktik penyusunan ide dan rancangan konten pelayanan publik. Dengan metode tersebut, peserta diharapkan dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh pada kanal digital OPD masing-masing.
Dari sisi Pemkab Tulungagung, kegiatan tersebut sejalan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi perubahan pola komunikasi publik. Media digital diharapkan tidak berhenti sebagai sarana publikasi kegiatan, tetapi berkembang menjadi kanal informasi, edukasi, interaksi, sekaligus pelayanan masyarakat.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin sebelumnya menegaskan media digital pemerintah harus menjadi instrumen komunikasi dua arah. Pemerintah dituntut menyampaikan informasi yang benar, akurat, tepat waktu, mudah diakses dan mudah dipahami masyarakat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pengelolaan media digital masing-masing OPD.
Azizun berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kapasitas OPD Tulungagung dalam mengelola media digital. Dengan pengelolaan yang semakin baik, komunikasi publik pemerintah diharapkan menjadi lebih efektif, terbuka, adaptif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi DOKAR 2026 tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan, sinergi akademisi dan pemerintah diharapkan mampu mendorong kualitas komunikasi pemerintahan yang semakin profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
Editor : Sandy Sri Yuwana