TULUNGAGUNG - Musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa turut berdampak kepada Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.
Bukan hanya karena adanya kabar dua warga Tulungagung yang tercatat dalam manifes kapal, melainkan juga terdapat barang milik perusahaan yang dikelolanya ikut diangkut kapal nahas tersebut.
Ahmad Baharudin menyebut terdapat tujuh sak pakaian konveksi yang berada di dalam KM Virgo Transport 8. Barang tersebut sedianya dikirim menuju Sulawesi. Setiap sak memiliki nilai sekitar Rp 15 juta sehingga total nilai muatan yang terdampak mencapai sekitar Rp 105 juta.
“Dalam kapal tersebut, ada juga muatan berisi tujuh sak konveksi yang merupakan milik dari perusahaan yang kami kelola,” ujarnya, Senin (14/9).
Pihaknya kini masih berkomunikasi dengan pengelola kapal maupun klien untuk memastikan keberadaan dan kondisi barang tersebut setelah kapal tenggelam. Proses komunikasi masih dilakukan sembari menunggu perkembangan penanganan musibah oleh pihak terkait.
“Kami masih melakukan komunikasi dengan pihak pengelola kapal maupun dengan klien,” katanya.
Sementara itu, musibah KM Virgo Transport 8 juga membuat masyarakat Tulungagung cemas. Sebab, terdapat informasi dua warga Tulungagung tercatat dalam manifes kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut.
Kapal dilaporkan mengalami kemiringan setelah dihantam ombak sebelum akhirnya tenggelam. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi terhadap penumpang yang hingga kini belum ditemukan.
Ahmad Baharudin menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Terkait dua warga Tulungagung yang disebut berada dalam manifes, dia mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi keduanya.
“Kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi. Terkait adanya dua orang warga Tulungagung yang ada dalam manifes kapal tersebut, sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut,” ungkapnya.
Mengenai kemungkinan ganti rugi atas tujuh sak pakaian konveksi tersebut, Ahmad belum dapat memberikan kepastian. Dia mengatakan masih menunggu perkembangan komunikasi dengan pihak ekspedisi sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Terkait ganti rugi yang akan diberikan oleh pihak ekspedisi, kami masih belum bisa memberikan jawaban lebih lanjut,” pungkasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri