TULUNGAGUNG - Enam jam berada di tengah Laut Jawa menjadi pengalaman yang tak akan dilupakan AP, 34. Warga Kecamatan Kedungwaru itu menjadi salah satu penumpang kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9). Setelah bertahan di tengah laut, AP akhirnya diselamatkan kapal tanker Pertamina sekitar pukul 06.00.
AP kini telah berada di Banjarmasin dalam kondisi selamat. Namun, sebelum mencapai daratan, dia harus melewati situasi mencekam setelah kapal yang ditumpanginya tiba-tiba miring hingga akhirnya terbalik.
Kepada Radar Tulungagung melalui sambungan telepon, AP menceritakan kejadian tersebut. Saat kapal mulai bermasalah, dia sedang tertidur di dek kapal. Suara teriakan penumpang membangunkannya.
“Saya sedang tertidur, tiba-tiba kaget ada orang teriak-teriak kapal miring,” ujarnya.
Menyadari kondisi kapal semakin tidak aman, AP langsung berusaha menyelamatkan diri. Dia berlari menuju pagar kapal sambil membawa satu tas ransel yang berada di pundaknya. Tidak lama kemudian, kapal benar-benar terbalik.
AP tak punya banyak pilihan. Dia langsung melompat dan berusaha mencapai perahu karet yang digunakan untuk menyelamatkan diri. Saat pertama masuk, perahu tersebut hanya berisi tiga orang, termasuk dirinya.
Namun, situasi belum sepenuhnya aman. Ombak besar membuat perahu karet yang ditumpangi AP tidak stabil. Dalam kondisi tersebut, dia sempat tidak sadarkan diri. Ketika kembali tersadar, jumlah orang di dalam perahu sudah bertambah menjadi enam penumpang.
Enam orang itu kemudian hanya bisa bertahan sambil menunggu pertolongan. Perahu karet mereka terombang-ambing di tengah laut. Waktu terasa panjang hingga akhirnya pertolongan datang.
“Kurang lebih 6 jam. Saya ditolong kapal tanker sekitar pukul 06.00 pagi,” katanya.
Setelah berhasil dievakuasi, AP dibawa ke Banjarmasin. Kondisinya selamat, meski kelelahan setelah berjam-jam bertahan di laut. Dia kemudian beristirahat sembari menunggu proses pendataan lebih lanjut terhadap para korban yang berhasil dievakuasi.
Perjalanan AP sebenarnya bukan untuk pulang kampung. Dia hendak menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah, untuk bekerja sebagai tenaga bangunan. Dari Surabaya, dia menumpang kapal menuju Banjarmasin untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Palangkaraya.
AP ikut seorang sopir yang dikenalnya karena kebetulan memiliki tujuan perjalanan yang sama. Kapal disebut berangkat sekitar pukul 09.00 pada Minggu (13/9). Perjalanan yang semula ditujukan untuk mencari penghasilan justru berakhir dengan insiden yang mempertaruhkan keselamatan penumpang.
Berdasarkan informasi SAR Banjarmasin yang dikutip Senin (14/9), sebanyak 16 korban selamat telah dievakuasi Tim SAR Gabungan bersama sejumlah armada penolong. Selain itu, terdapat satu korban meninggal dunia yang masih dalam proses identifikasi.
Jumlah penumpang dan awak kapal cukup besar. Berdasarkan data manifes, Virgo Transport 8 mengangkut 241 orang. Mereka terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 124 sopir dan kernet. Kapal juga membawa 89 unit kendaraan.
Bagi AP, keselamatan yang didapat setelah 6 jam terombang-ambing di laut menjadi hal yang paling disyukuri. Rencana bekerja di Palangkaraya untuk sementara harus tertunda. Namun, dia masih diberi kesempatan untuk kembali ke daratan dalam keadaan hidup.
“Alhamdulillah, saya masih selamat,” ucapnya.
Kabar adanya warga Tulungagung yang selamat dalam insiden tersebut turut menjadi perhatian Pemkab Tulungagung. Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan masih melakukan koordinasi untuk memastikan data dan kondisi warga Tulungagung yang terdampak.
“Kami masih akan koordinasi dengan pemkab untuk memastikan data-data terkait kejadian tersebut,” kata Ahmad.
Pemkab Tulungagung juga masih menunggu perkembangan proses evakuasi dan pendataan korban. Setelah informasi terkait warga Tulungagung dipastikan, pemkab akan menentukan langkah yang dapat dilakukan terhadap korban maupun keluarga yang terdampak. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri