Panggung Gembira Winong Raya Tulungagung, Ruang Tumbuh Talenta Anak dan Kebersamaan Tujuh Sekolah 

Rinto Wahyu Hidayat • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 13:15 WIB
Siswi Winong Raya antusias dalam memeriahkan acara panggung gembira desa Winong dengan berbagai talenta yang di tampilkan pada Jumat (11/9/2026) malam di aula kantor desa winong kecamatan Kalidawir.
Siswi Winong Raya antusias dalam memeriahkan acara panggung gembira desa Winong dengan berbagai talenta yang di tampilkan pada Jumat (11/9/2026) malam di aula kantor desa winong kecamatan Kalidawir.

TULUNGAGUNG — Suasana meriah terasa di Aula Kantor Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, Jumat (11/9/2026) malam.

Anak-anak tampil menari, bernyanyi, bermain karawitan hingga membawakan kesenian tradisional dalam Panggung Gembira Winong Raya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bukan sekadar hiburan, kegiatan tahunan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kreativitas sekaligus melatih keberanian tampil di depan publik.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Winong dengan tujuh satuan pendidikan dalam wadah 'Winong Raya'.

Ketujuh satuan pendidikan itu meliputi KB Putra Bangsa, TK PGRI 1, TK PGRI 2, TK PGRI 3, SD Negeri 1, SD Negeri 2, dan SD Negeri 3 Winong.

Kepala Desa Winong, Sutejo, menyerahkan langsung piala dan piagam penghargaan sebagai apresiasi pada guru Winong Raya di malam Panggung Gembira.
Kepala Desa Winong, Sutejo, menyerahkan langsung piala dan piagam penghargaan sebagai apresiasi pada guru Winong Raya di malam Panggung Gembira.

Kepala Desa Winong Sutejo mengatakan, Panggung Gembira tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga. Sebelumnya, kegiatan digelar di Puncak Jowin dan Lapangan Desa Winong.

Menurut Sutejo, kegiatan tersebut dipertahankan sebagai agenda tahunan untuk mempererat silaturahmi antarsekolah sekaligus membangun kebersamaan.

“Biasanya sekolah bisa saling bersaing, tetapi di Desa Winong tidak. Semua bisa berbaur,” ujarnya.

Selain mempererat hubungan antarsatuan pendidikan, Winong Raya menjadi wadah Pemerintah Desa Winong untuk merangkul sekolah sebagai bagian dari masyarakat.

Kolaborasi itu diharapkan mampu menyatukan sekolah dan pemerintah desa dalam mendukung perkembangan anak.

Kepala Desa Winong, Sutejo, menyerahkan langsung piala dan piagam penghargaan sebagai apresiasi pada guru Winong Raya di malam Panggung Gembira.
Kepala Desa Winong, Sutejo, menyerahkan langsung piala dan piagam penghargaan sebagai apresiasi pada guru Winong Raya di malam Panggung Gembira.

Panggung Gembira diisi beragam penampilan, mulai Sholawatan Al Fatah, Tari Manuk Dadali, Tari Jangkrik Genggong, Tari Semut Sekoding, Tari Jaranan, Tari Singa Si Raja Hutan, Tari Buto Galak, Tari Pitek Walik, hingga drama kolosal, karaoke, dance dan Reog Kendang.

Tidak hanya siswa, para guru juga turut tampil. Rangkaian acara ditutup dengan lagu “Kemesraan” yang dinyanyikan bersama seluruh guru se-Winong Raya.

Bagi Sutejo, keberagaman penampilan tersebut menunjukkan banyaknya potensi anak yang perlu mendapat ruang.

Melalui panggung ini, siswa belajar percaya diri sekaligus mengembangkan bakat sejak dini.

“Ini untuk menampilkan bakat-bakat dari masing-masing anak, para siswa dan siswi dari talenta yang ada di masing-masing sekolah,” katanya.

Persiapan penampilan dilakukan masing-masing sekolah.

Siswa siswi Kelompok bermain Winong Raya saat tampil dengan tari kreasi nya di acara Panggung Gembira Desa Winong.
Siswa siswi Kelompok bermain Winong Raya saat tampil dengan tari kreasi nya di acara Panggung Gembira Desa Winong.

Pemerintah desa mendukung kebutuhan teknis, seperti panggung, sound system dan konsumsi.

Antusiasme juga datang dari para wali murid. Mereka ikut mempersiapkan kebutuhan penampilan, bahkan sebagian rela mengeluarkan biaya sendiri agar anak-anak dapat tampil maksimal.

Bagi orang tua, penampilan tersebut menjadi kebanggaan karena anak mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan di hadapan guru, keluarga dan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Desa Winong memberikan piagam dan piala kepada masing-masing satuan pendidikan yang berpartisipasi.

“Walaupun sederhana, antusiasmenya cukup luar biasa. Mulai siswa, guru, wali murid hingga masyarakat sangat semangat,” tutur Sutejo.

Sutejo berharap kegiatan ini turut membangun kepercayaan wali murid terhadap satuan pendidikan di Desa Winong.

Menurutnya, sekolah di wilayah desa juga mampu membina dan mengembangkan berbagai talenta peserta didik.

“Kita ingin menunjukkan bahwa sekolah yang ada di Winong juga mampu memberikan dan menampilkan talenta siswa-siswinya,” katanya.

Para siswa siswi SDN 1 Winong tampil dengan sholawat Al Fatah di acara Panggung Gembira Desa Winong.
Para siswa siswi SDN 1 Winong tampil dengan sholawat Al Fatah di acara Panggung Gembira Desa Winong.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena siswa merupakan bagian dari masyarakat Desa Winong.

Karena itu, pemerintah desa berupaya hadir dan merangkul seluruh satuan pendidikan.

Tiga kali pelaksanaan Panggung Gembira Winong Raya menunjukkan bahwa kegiatan ini mulai menjadi bagian dari tradisi masyarakat Desa Winong.

Selain memeriahkan HUT Kemerdekaan, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan siswa, guru, wali murid dan masyarakat.

Sutejo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut dan berharap Panggung Gembira Winong Raya terus lestari serta berkembang.

“Terima kasih atas partisipasi dan antusiasmenya dalam menyukseskan acara ini. Jika ada kekurangan, tentunya Pemerintah Desa Winong mohon maaf,” katanya.

Dari panggung sederhana itu, anak-anak belajar berani, guru memberi ruang, orang tua memberi dukungan, dan masyarakat menemukan kebanggaan pada talenta generasi muda Winong. (rin)

Editor : Vidya Sajar Fitri
hut ke-81 kemerdekaan republik indonesia panggung gembira desa winong