Panen Raya Padi Digelar di Karangwaru dan Boyolangu, 34 Hektare Lahan Dipanen Bergiliran

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:40 WIB
Panen Raya Padi Digelar di Karangwaru dan Boyolangu (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Panen Raya Padi Digelar di Karangwaru dan Boyolangu (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

Radar Tulungagung - Panen raya padi digelar di wilayah Karangwaru dan Boyolangu, Selasa (15/9). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat hasil produksi pertanian sekaligus mendorong keberlanjutan budidaya padi di Kabupaten Tulungagung.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto mengatakan, lahan yang masuk dalam pelaksanaan panen raya mencapai sekitar 34 hektare. Namun, proses pemanenan tidak dilakukan secara bersamaan karena masa tanam antarlahan berbeda.

“Untuk yang panen raya ini luasnya sekitar 34 hektare. Panennya bergiliran karena masa tanamnya juga bergiliran, ada selisih sekitar satu minggu,” ujar Suyanto.

Menurutnya, pola panen bergiliran tersebut merupakan hal yang umum terjadi dalam pertanian padi di Tulungagung. Sebab, setiap wilayah memiliki waktu tanam dan kondisi musim yang berbeda sehingga masa panennya pun tidak bisa berlangsung bersamaan.

“Panen padi di daerah Tulungagung tidak bisa serentak karena setiap daerah atau wilayah itu punya musim sendiri-sendiri. Jadi tidak dapat berbarengan,” jelasnya.

Perbedaan waktu tanam membuat tanaman padi memasuki masa panen secara bertahap. Karena itu, kegiatan panen raya di Karangwaru dan Boyolangu menjadi bagian dari rangkaian panen yang berlangsung mengikuti kesiapan tanaman di masing-masing lahan.

Dari lahan yang dipanen dalam kegiatan tersebut, produktivitas padi berada pada kisaran tujuh hingga delapan ton per hektare. Suyanto menyebut hasil tersebut menjadi bagian dari capaian produksi pertanian yang perlu terus dijaga melalui proses budidaya yang baik. “Produktivitasnya sekitar tujuh sampai delapan ton per hektare,” katanya.

Dia menambahkan, keberlanjutan hasil pertanian tidak hanya bergantung pada masa panen, tetapi juga proses budidaya sejak penanaman hingga pemeliharaan tanaman. Pendampingan kepada petani diperlukan agar produktivitas tetap terjaga dan berbagai gangguan terhadap tanaman dapat diantisipasi.

“Yang penting bagaimana produksi tetap kita jaga dan petani terus semangat dalam melakukan budidaya. Pemerintah akan terus memberikan pendampingan agar hasil pertanian tetap baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin turut menghadiri kegiatan panen raya tersebut. Dia menyampaikan apresiasi kepada petani dan seluruh pihak yang mendukung program pertanian, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan.

“Pemkab Tulungagung menyampaikan banyak terima kasih kepada semuanya yang sudah mendukung program pemerintah, yaitu swasembada pangan dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Dia berharap semangat petani dalam mengelola lahan terus dipertahankan. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat terus memberikan pendampingan agar kegiatan pertanian berjalan baik hingga masa panen.

“Harapannya petani juga semangat, dari pemerintah juga selalu mendampingi. Harapannya panennya tidak ada hama,” pungkasnya.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
metik radar tulungagung syukuran panen panen raya