TULUNGAGUNG - Kelangkaan beras premium mulai dirasakan masyarakat Tulungagung. Sejumlah toko hingga supermarket dilaporkan kesulitan mendapatkan pasokan, sementara harga beras premium yang masih tersedia mulai bergerak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kondisi tersebut membuat Pemkab Tulungagung menyiapkan langkah intervensi melalui operasi pasar. Pemkab akan menggandeng Perum Bulog untuk menjaga ketersediaan sekaligus menekan harga beras premium di tingkat konsumen.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan stok beras di Bulog masih tersedia. Karena itu, pasokan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sebetulnya kita juga bekerja sama dengan Bulog untuk menyikapi itu, jadi masyarakat tidak perlu kawatir,” ujar Baharudin, Senin (14/9).
Dia menegaskan beras yang disiapkan dalam operasi pasar juga merupakan beras premium. “Nanti kita operasi pasar bekerja sama dengan Bulog. Stok mereka masih banyak. Premium,” tegasnya.
Baca Juga: Beras Premium Mulai Langka, Pemkab Tulungagung Siapkan Operasi Pasar
Kelangkaan beras premium Tulungagung bukan sekadar kabar di tingkat masyarakat. Dalam laporan sidak Satgas Pangan di Pasar Ngunut pada 8 September lalu, beras premium kemasan 5 kilogram ditemukan dijual hingga Rp 81 ribu.
Harga tersebut sudah melampaui HET yang ditetapkan sebesar Rp 74.500 per 5 kilogram. Kondisi serupa masih terlihat dalam pemantauan berikutnya.
Pada pemantauan 14 September, beras premium kemasan 5 kilogram bahkan ditemukan dijual Rp 85 ribu di Pasar Ngemplak. Sejumlah supermarket juga dilaporkan mengalami kekosongan stok berbagai merek dan ukuran beras premium.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan pada pasokan dan harga beras premium masih berlanjut. Masyarakat menghadapi situasi ketika beras premium sulit ditemukan, sementara produk yang tersedia dijual melebihi HET.
Baca Juga: Bantuan Beras Tiga Bulan Disalurkan di Tulungagung, Plt Bupati Tekankan Jangan Diperjualbelikan
Di tengah kondisi tersebut, ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) relatif berbeda. Dalam sidak Satgas Pangan di Pasar Ngunut, beras SPHP masih tersedia dengan harga di bawah HET.
Dengan kondisi tersebut, persoalan yang muncul saat ini lebih mengarah pada ketersediaan dan harga beras premium. Pemkab Tulungagung pun menyiapkan operasi pasar sebagai langkah untuk merespons kondisi tersebut.
Baharudin mengatakan informasi mengenai kelangkaan beras premium akan segera ditindaklanjuti. Pemkab akan berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan pelaksanaan operasi pasar.
Intervensi tersebut diharapkan dapat mencegah kelangkaan beras premium semakin meluas sekaligus menjaga daya beli masyarakat.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri