
TULUNGAGUNG - Gerakan koperasi Tulungagung mulai menyasar kalangan anak muda untuk menyiapkan regenerasi kepemimpinan.
Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan pelajar dan masyarakat umum dalam berbagai kegiatan koperasi, salah satunya Jalan Sehat Koperasi yang diikuti sekitar 7 ribu peserta, Sabtu (19/9).
Jalan sehat tersebut menempuh rute sekitar lima kilometer. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi sekaligus Rapat Anggota Koperasi (RAKOP) ke-79 Kabupaten Tulungagung.
Peserta kegiatan tidak hanya berasal dari anggota koperasi. Pelajar dan masyarakat umum juga dilibatkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan koperasi kepada kelompok yang lebih luas, terutama generasi muda.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur H. Slamet Sutanto, SE, MM, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana sosialisasi koperasi kepada masyarakat. Kalangan anak muda menjadi salah satu sasaran utama.
"Tujuannya adalah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkhusus anak muda. Kita libatkan anak sekolah dan warga masyarakat bahwa koperasi itu indah," ujarnya.
Menurut Slamet, pengenalan koperasi kepada generasi muda penting karena gerakan koperasi memiliki semangat kebersamaan dan saling membantu dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Di sisi lain, gerakan koperasi juga dituntut mengikuti perubahan zaman. Regulasi yang semakin kompleks, kompetisi yang semakin ketat, serta perkembangan digitalisasi membuat koperasi perlu bergerak lebih cepat.
"Komunikasi harus terjalin dengan baik dalam menghadapi regulasi yang makin sulit. Belum lagi kompetisi yang makin ketat dan digitalisasi yang makin luar biasa ini," tegasnya.
Plt Ketua Dekopinda Kabupaten Tulungagung H. Nyadin mengatakan regenerasi menjadi salah satu perhatian dalam gerakan koperasi di daerah.
Sebab, kepemimpinan koperasi selama ini masih banyak didominasi generasi lebih tua.
Karena itu, pengetahuan dan kegiatan koperasi mulai diarahkan kepada kelompok anak muda. Langkah tersebut diharapkan dapat menyiapkan pelaku koperasi dari generasi berikutnya.
"Kita memang akan menyasar kegiatan koperasi maupun pengetahuan tentang koperasi kepada kelompok anak-anak muda. Kita mulai itu, sehingga nanti pelaku-pelaku koperasi ini tidak hanya didominasi orang-orang tua," katanya.
Baca Juga: Enggan Lepas Kawasan Bernilai Tinggi, 12 Kelurahan di Tulungagung Belum Bangun Koperasi Merah Putih
Nyadin menilai keterlibatan anak muda diperlukan untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan dalam gerakan koperasi. Regenerasi menjadi bagian dari upaya menyiapkan estafet kepemimpinan.
"Mulai anak-anak muda dan itu akan menjadi estafet, menyambung kepemimpinan. Yang seperti saya ini suatu saat harus diganti oleh yang muda-muda," ujarnya.
Jalan Sehat Koperasi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Koperasi yang telah berlangsung sejak Juli.
Sebelumnya, gerakan koperasi menggelar tasyakuran, potong tumpeng, lomba catur, bakti sosial, pembagian bantuan sembako, pemberian beasiswa tabungan untuk siswa, serta donor darah.
Dalam kegiatan bakti sosial, gerakan koperasi menyalurkan 350 paket sembako. Masing-masing paket memiliki nilai sekitar Rp100 ribu.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan jalan sehat dan agenda kopi kolaborasi bersama Forkopimda.
Nyadin menjelaskan, kegiatan tersebut diarahkan untuk mempererat komunikasi antara gerakan koperasi dan unsur Forkopimda.
Tujuannya agar berbagai unsur kepemimpinan di Tulungagung dapat berjalan bersama dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang menjadi ruang berkumpul dan bersilaturahmi masyarakat.
Ia mengajak masyarakat menjaga kerukunan serta kondusivitas daerah.
"Mari kita bersama-sama bangun Tulungagung untuk menciptakan suasana damai, rukun, dan kondusif," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Dekopinwil Jatim juga memberikan tambahan hadiah berupa satu unit sepeda listrik dan satu unit kulkas sebagai bentuk apresiasi kepada peserta.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri