TULUNGAGUNG - Sekitar 30 bunda yatim mengikuti Workshop Komunitas Cahaya Bunda bertema “Dari Air Mata Menjadi Permata – Bunda Bercahaya, Buah Hati Berdaya” di Tulungagung, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang didukung Yayasan Sehat Mulia Bahagia (SMB) ini bertujuan memperkuat mental para bunda yatim dan ibu tunggal, membangun kepercayaan diri, serta memberikan bekal ilmu untuk mendidik dan membesarkan anak.
Ketua Yayasan SMB, dr. Dewi Lelonowati, S.Ud., B.Med., MM., MMRS., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus apresiasi kepada para perempuan yang menjalani peran sebagai ibu dan pengasuh utama dalam keluarga.
Menurut Dewi, para bunda yang ditinggal wafat suami maupun ibu tunggal membutuhkan dukungan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selain penguatan mental, mereka juga memerlukan pengetahuan yang dapat membantu dalam membimbing dan membesarkan putra-putrinya.
“Ini ditujukan untuk penguatan mental diri kepada para bunda yang mempunyai anak yatim atau ditinggal wafat suami ataupun sebagai ibu tunggal,” ujarnya.
Workshop tersebut difasilitasi oleh Bunda Heni Sulistiawati, S.Pd., MM., seorang Healing & Happiness Coach.
Dewi menjelaskan, pemilihan fasilitator juga mempertimbangkan pengalaman Heni sebagai bunda yatim yang dapat berbagi ilmu sekaligus memberikan contoh nyata kepada para peserta.
Dua anak Heni diketahui berhasil menempuh profesi sebagai dokter. Salah satunya menjadi dokter spesialis penyakit dalam, sementara yang lainnya berprofesi sebagai dokter umum.
Pengalaman tersebut diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para bunda dalam menjalani proses pengasuhan dan membesarkan anak.
Yayasan SMB berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal untuk menghadirkan program pengembangan diri yang berkelanjutan bagi para perempuan.
Dorong Pengembangan Diri hingga Kewirausahaan
Dewi mengatakan, Yayasan SMB berencana melanjutkan kegiatan serupa melalui program peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Salah satu bidang yang akan dikembangkan adalah pendidikan keterampilan kewirausahaan.
Menurutnya, perempuan perlu memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan penghasilan sendiri. Dengan begitu, mereka tidak hanya mendapatkan bekal ilmu pengasuhan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Selain peningkatan pengembangan diri juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan sehingga nanti akan ada pendidikan dan skill di bidang wirausaha,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, yayasan mengundang sekitar 30 bunda yatim. Dewi mengaku bersyukur atas antusiasme peserta yang mengikuti workshop.
Dia berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan menjadi inspirator di lingkungan masing-masing. Yayasan SMB juga membentuk Komunitas Cahaya Bunda sebagai wadah bagi para perempuan untuk saling mendukung dan mengembangkan diri.
“Kami sangat bersyukur dan gembira atas awal dari langkah kami dan semoga ini terus berlanjut dan mereka menjadi pelopor, mereka bisa menjadi inspirator di komunitas mereka,” ungkapnya.
Peserta Bersyukur Bisa Bertemu Sesama Bunda Yatim
Salah satu peserta workshop, Nisa F Rokim, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan bersama para bunda yatim lainnya dalam Komunitas Cahaya Bunda.
Menurut Nisa, pertemuan tersebut memberinya kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki pengalaman hidup serupa. Kebersamaan itu membuatnya merasa tidak sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Bisa dikumpulkan bersama saudara-saudari senasib seperjuangan. Karena yang bisa merasakan itu ya kita yang pernah dalam kondisi sama. Bisa menambah saudara baru dan kita bisa merasa bahwa apa yang kami alami selama ini, kita enggak sendiri,” ungkapnya.
Nisa menuturkan, menjalani kehidupan sebagai ibu tunggal bukan perkara mudah. Meski begitu, tanggung jawab terhadap putra-putri menjadi alasan untuk terus berjuang dan melanjutkan kehidupan.
Dia berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan motivasi bagi para bunda yatim lainnya agar lebih bersemangat menghadapi masa depan.
“Meski berat tapi harus dijalani. Jadi butuh orang-orang yang bisa memberikan motivasi ataupun memberikan dukungan yang lebih kepada kami,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Nisa berharap para ibu yang berada dalam kondisi serupa dapat memperoleh dukungan dan semangat untuk mengantarkan anak-anak mereka menuju masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Dewi berpesan agar para bunda yatim tetap yakin bahwa Allah SWT menyayangi mereka. Dia mengajak para ibu untuk terus optimistis, saling merangkul, dan bergandengan tangan dalam membangun keluarga yang lebih baik.
Dia juga berharap anak-anak yang dibesarkan para bunda yatim dapat tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berpendidikan, berkarakter, serta bermanfaat bagi keluarga dan bangsa.
Editor : Vidya Sajar Fitri